: WIB    --   
indikator  I  

Atasi macet, pasar tradisional di Mataram dimerger

Atasi macet, pasar tradisional di Mataram dimerger

Mataram. Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) merencanakan melakukan merger terhadap sejumlah pasar tradisional yang lokasinya berdekatan. Ini agar manajemen, penataan maupun penanganan kebersihan bisa lebih fokus.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan merger ini juga bagian dari solusi mengatasi masalah lalu lintas. "Untuk mencegah kemacetan lalu lintas pada setiap titik, apalagi hampir semua pasar tradisional berada di jalan-jalan utama," Ujar Mohan, Rabu (3/8).

Sejumlah pasar yang dinilai dapat dimerger antara lain, Pasar Karang Jasi dengan Pasar Cakranegara, dan Pasar ACC dengan Pasar Kebon Roek. Untuk uji coba, merger pasar tradisional akan dilakukan pada Pasar ACC dengan Pasar Kebon Roek yang memiliki lokasi berdekan.

Selain itu, saat ini pemerintah kota sedang melakukan persiapan pembangunan pasar Kebon Roek yang akan direlokasi ke kawasan Kebon Talo dengan lahan yang cukup luas.

Dengan ketersediaan lahan lebih dari satu hektare diyakini dapat mengakomodasi pedagang di dua pasar tersebut. "Kondisi dua pasar itu saat ini kurang representatif, jadi kalau kita bisa menyiapkan lahan untuk menggabungkan dua pasar ini akan lebih baik," katanya.

Menurutnya, jika dua pasar tersebut berhasil digabung menjadi satu, dinyakini kemacetan arus lalu lintas di kawasan Ampenan dan Kebon Roek bisa teratasi.

Mohan begitu wakil wali kota akrab disapa mengatakan, untuk membangun sebuah pasar tradisional, pemerintah daerah memang belum mampu, akan tetapi paling tidak pemerintah kota telah menyiapkan lahannya. "Jika lahan sudah kita siapkan, pembangunan fisik akan menjadi tanggung jawab pemerintah," katanya.


SUMBER : Antara
Editor Adi Wikanto

PENATAAN PASAR TRADISIONAL

Feedback   ↑ x
Close [X]