kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.340
  • LQ451.101,79   1,60   0.15%
  • SUN105,56 -0,84%
  • EMAS588.852 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Jalur KA Siantar-Danau Toba akan dibangun 2018

Kamis, 06 April 2017 / 21:00 WIB

Jalur KA Siantar-Danau Toba akan dibangun 2018

JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mendorong pembangunan infrastruktur transportasi untuk mendukung pengembangan kawasan wisata danau Toba. Selain memperkuat akses lewat transportasi udara, Kemenhub juga akan membangun jalur kereta api dari Siantar-Danau Toba.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, jalur kereta api Siantar- Danau Toba akan mulai dibangun tahun 2018 dan ditargetkan selesai paling cepat pada tahun 2019.

Sistem perkeretaapian di Sumatra akan terus hidup apabila ada point to point yang kuat. Jalur dari Medan ke Danau Toba menjadi lintasan yang bagus sehingga wisatawan semakin termotivasi untuk mengunjungi Danau Toba ataupun sebaliknya.

“Lintasan ini akan menjadi jalur kereta yang traffic-nya luar biasa. Oleh karena itu, kami konsentrasi menjadikan destinasi wisata Danau Toba dengan menggunakan kereta api, selain dengan menggunakan pesawat udara,” kata Budi dalam keterangan resminya, Kamis (6/4).

Menurut Budi, menggunakan kereta api ke Danau Toba merupakan satu keasyikan tersendiri dan nantinya keberadaan jalur kereta api menuju Danau Toba sangat mendukung Danau Toba menjadi destinasi wisata utama selain Candi Borobudur dan Mandalika.

Kereta di Sumatera, Menhub menyatakan, merupakan kebutuhan masyarakat oleh karena itu Kementerian Perhubungan akan menghubungkan Aceh hingga ke Lampung Utara dengan menggunakan kereta api. "Memang itu proyek jangka panjang, paling tidak pada tahun 2024, Aceh sudah tersambung hingga Lampung dengan menggunakan kereta api. Oleh karena itu, kita akan bangun per segmen dan kita juga akan mengembangkan angkutan kereta api perkotaan yang menghubungkan kota-kota terdekat ke ibukota,” ujar Menhub.

Kementerian Perhubungan ingin membangun perkeretaapian tetapi anggaran pemerintah hanya tersedia 30% dari kebutuhan dan 70% harus berasal dari pihak swasta.

Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono mengatakan berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional hingga tahun 2030, Kementerian Perhubungan akan membangun sistem perkeretaapian yang menghubungkan seluruh Sumatra.

“Kalau sekarang kan baru Sumatra Selatan-Lampung, Sumatea Barat saja, Sumatra Utara saja, dan Aceh sepenggal. Oleh karena itu, kami ingin menyambungkan mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung dengan total panjangnya 1.600 km,” papar Prasetyo.


Reporter Dina Mirayanti Hutauruk
Berita terbaru Regional

TERBARU
MARKET
IHSG
9,63
6.500,53
0.15%
 
US/IDR
13.334
0,02
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy