: WIB    —   
indikator  I  

Pasar ayam Silir di Solo akan dipindah

Pasar ayam Silir di Solo akan dipindah

Solo. Pasar Ayam Silir di Semanggi Kota Solo terancam dipindahkan karena merupakan kawasan padat penduduk dan lokasinya dekat sekolah. Limbah dan baunya yang menyengat sangat mengganggu warga.

"Ya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Pasar Ayam Silir ini terkadang juga bermasalah," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Senin (15/8).

Ia mengatakan saat ini Pemkot Surakarta mengupayakan agar IPAL yang ada di pasar ayam itu bisa diperbaiki. Namun jika tidak memungkinkan, pemkot akan mengupayakan untuk merelokasi Pasar Ayam ini. Pasalnya lokasinya sangat dekat dengan permukiman dan SMPN 11.

"Ya, kalau wacananya dipindah, kami akan carikan lokasi dulu. Jangan langsung pindah dimana. Kalau memang di sini ya IPAL-nya juga harus baik dan benar. Tidak asal bangun," kata Hadi Rudyatmo atau biasa dipanggil Rudy itu pula.

Rudy menyatakan bahwa Solo ini memiliki banyak lokasi baru untuk alternatif pasar ayam. Namun menurutnya yang terpenting lokasinya harus representatif, mengingat pasar ayam harus jauh dari permukiman warga dan tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Ia mengatakan awalnya Pasar Ayam Silir itu berdiri terlebih dulu, barulah kawasan di Semanggi menjadi permukiman padat penduduk. Namun jika masyarakatnya yang direlokasi tidak memungkinkan, karena jumlah penduduk di kawasan ini sudah mencapai puluhan ribu.

Menurutnya, alternatifnya adalah pasar ayam yang dipindahkan. "Ya tidak masalah pasar ayam yang dipindahkan sebab dulunya di lingkungan ini penduduknya hanya sedikit, tapi ternyata seiring berjalan waktu di tempat ini penduduknya semakin padat. Kalau seperti ini yang dipindah pasar ayamnya ya tidak masalah. Kan masyarakatnya tidak bisa dikembalikan seperti dulu," katanya pula.

Namun jika memungkinkan untuk memperbaiki IPAL, maka Rudy mengimbau agar nantinya spesifikasinya sesuai ketentuan. Dia tidak mempermasalahkan pembuatan IPAL mahal, asalkan permukiman padat yang ada di sekitarnya tidak terganggu.

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Pemkot Surakarta Subagiyo mengatakan saat ini tengah berupaya untuk memperbaiki IPAL di kawasan itu supaya bau yang ditimbulkan tidak mengganggu warga. "Masalahnya kan di sini pasar ayamnya lebih dulu ada dibandingkan dengan permukiman warga," katanya lagi.


SUMBER : Antara
Editor Adi Wikanto

PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL

Feedback   ↑ x
Close [X]