: WIB    —   
indikator  I  

Pekanbaru siap tampung investasi Rp 500 miliar

Pekanbaru siap tampung investasi Rp 500 miliar

PEKANBARU. Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, berpotensi menjaring investasi bidang infrastruktur dari sebuah konsorsium nasional dengan estimasi nilai lebih dari Rp 500 miliar. Meski masih menutup mulut soal nama calon investor ini, pemkot mengungkap mereka adalah investor properti. 

"Mereka sudah bertanya ke saya syarat-syaratnya. Insya Allah Senin depan mereka bertemu dengan saya," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru Muhammad Jamil kepada Antara di Pekanbaru, Jumat (4/7).

Dia bilang, Pemkot sudah berkomunikasi selama sebulan terakhir. Calon investor itu juga disebut telah menyiapkan lahan seluas 8 hektare. 

Rencanananya, di atas lahan itu dibangun properti berkonsep one stop living, yang terdiri dari apartemen, pusat perbelanjaan, dan taman hiburan air (waterpark). Lahan itu berlokasi di jalan Harapan Raya, Kota Pekanbaru, yang juga merupakan salah satu sentra bisnis di daerah berjuluk Kota Madani itu.

"Informasi awal dari mereka itu, akan dibangun mal, apartemen, dan waterpark," ujarnya. Mereka juga berjanji merealisasikan pembangunan pada tahun ini. 

Kota Pekanbaru masih menjadi daerah menarik bagi para investor untuk memulai atau melebarkan sayap usaha mereka. Hal itu dibuktikan dengan.nilai investasi yang masuk ke ibu kota Provinsi Riau tersebut mencapai Rp 4 triliun sepanjang semester pertama 2017.

Menurut Jamil, angka tersebut di luar perkiraan karena target total nilai investasi yang ditetapkan pada 2017 hanya Rp 1,2 triliun.

Nilai investasi terbesar berasal dari sebuah perusahaan konsorsium bergerak di bidang energi, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk.

Total nilai investasi dari perusahaan tersebut mencapai Rp3,5 triliun, dengan rencana investasi di bidang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Kecamatan Tenayan Raya.

"Terbesar itu Medco, sebesar Rp 3,5 triliun. Investasi sudah tercatat di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan sudah masuk ke nilai investasi kita," urainya.

Jamil mengatakan tingginya minat investor untuk menanamkan modalnya di Kota Pekanbaru tersebut menunjukkan Kota Bertuah itu cukup kondusif hingga menarik untuk dijadikan lokasi pengembangan usaha.


SUMBER : Antara
Editor Sanny Cicilia

KEBIJAKAN PEMDA

Feedback   ↑ x
Close [X]