: WIB    --   
indikator  I  

Pemprov DKI kejar-kejaran copot spanduk provokatif

Pemprov DKI kejar-kejaran copot spanduk provokatif

JAKARTA. Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, Pemprov DKI akan terus menertibkan spanduk-spanduk provokatif dan berbau SARA. Menurut Sumarsono, saat ini, sangat banyak spanduk bernada provokatif yang dipasang di wilayah Jakarta.

"Ini berlomba, jadi turun satu spanduk naik dua (spanduk), turun dua, naik empat. Ya terus kami akan kejar-kejaran," ujar Sumarsono, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (20/3).

Sumarsono mengimbau masyarakat tidak memasang spanduk bernada provokatif dan SARA. Dia mendorong masyarakat saling menghargai perbedaan pendapat.

Untuk menjaga ketertiban, Sumarsono menginstruksikan personel Satpol PP melakukan pendekatan persuasif sebelum mencopot spanduk bernada provokatif. Harapannya, masyarakat bisa mengerti kesalahan mereka dan tidak mengulang memasang spanduk bernada provokatif.

"Bahkan DMI (Dewan Masjid Indonesia) sudah buat surat edaran. DMI Jakarta sudah buat edaran dan tokoh agama memberikan dukungan penuh untuk tidak memasang spanduk provokatif dan minta menurunkan," ujar Sumarsono.

Jumlah spanduk provokatif yang diturunkan Pemprov DKI Jakarta semakin bertambah. Sampai Minggu (19/3), Satpol PP telah menurunkan 651 spanduk provokatif. Rinciannya, 165 spanduk di Jakarta Barat, 155 spanduk di Jakarta Pusat, 138 spanduk di Jakarta Timur, 82 spanduk di Jakarta Utara, 104 spanduk di Jakarta Selatan, dan 7 spanduk di Kepulauan Seribu.

"Dan ini akan terus kita tertibkan selama masih ada," ujar Sumarsono.

( Jessi Carina)


SUMBER : Kompas.com

PILGUB JAKARTA 2017

Feedback   ↑ x
Close [X]