: WIB    --   
indikator  I  

Status siaga darurat karhutla Jambi diperpanjang

Status siaga darurat karhutla Jambi diperpanjang

JAMBI. Pemerintah Provinsi Jambi memperpanjang status Siaga Darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengingat daerah itu mulai memasuki musim kering dan terus terpantau titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan mencapai 80%.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Hamdan di Jambi, Senin (24/7), mengatakan perpanjangan status Siaga Darurat karhutla hingga tiga bulan ke depan.

"Sebelumnya kita sudah menetapkan status Siaga Darurat karhutla untuk satu bulan dan berakhir Sabtu (22/7) kemarin. Dan hari ini sudah diperpanjang dan ditandatangani gubernur hingga tiga bulan ke depan," kata Hamdan.

Perpanjangan dilakukan mengingat wilayah Jambi sudah memasuki musim kemarau dan kebakaran lahan sudah sering terjadi. Namun Hamdan belum memastikan jumlah kebakaran yang sudah terjadi selama berstatus Siaga Darurat.

"Memang sudah ada lahan di beberapa kabupaten yang terbakar, tapi titik api berhasil diantisipasi dan dipadamkan personil Satuan Tugas (Satgas) di lapangan. Mereka respon cepat," katanya.

Hamdan mengatakan status Siaga Darurat karhutla sewaktu-waktu bisa saja dinaikkan menjadi Tanggap Darurat apabila kondisi kebakaran lahan dan hutan kerap terjadi. Apalagi beberapa kabupaten sudah menetapkan Tanggap Darurat tersebut.

Hamdan mengimbau semua instansi untuk berperan aktif dalam upaya penanganan karhutla di Jambi mulai dari tingkat provinsi, kabupaten hingga desa.

Selain itu masyarakat juga harus ikut serta memantau jika ada titik api dan segera melaporkan ke instansi terkait.

Sementara untuk penanganan karhutla di Jambi, BNPB memberikan bantuan tiga unit helikopter. Satu unit untuk patroli dan unit helikopter pemadam kebakaran "water bombing".

Saat ini satu helikopter "water bombing" sudah bersiaga di Jambi dan sudah mulai beroperasi memantau titik api berdasarkan pantauan BMKG stasiun Jambi. Selanjutnya menyusul dua unit helikopter lagi.

"Di jadwalkan sore ini akan datang lagi satu unit helikopter 'water bombing' dari Tanjung Pinang Kepulaauan Riau, selanjutnya juga ada helikopter patroli. Jadi nanti ada tiga unit helikopter untuk penanganan karhutla," kata Hamdan.


SUMBER : Antara
Editor Sanny Cicilia

KEBAKARAN LAHAN

Feedback   ↑ x
Close [X]