kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.554
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS603.986 -0,83%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Skema VGF proyek LRT Metro Kapsul Bandung masih proses pembahasan

Selasa, 13 Februari 2018 / 22:48 WIB

Skema VGF proyek LRT Metro Kapsul Bandung masih proses pembahasan
ILUSTRASI. Light Rail Transit (LRT) Metro Kapsul Bandung

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangunan kereta ringan berbasis kapsul atau Ligh Rail Transit (LRT) Metro Kapsul Bandung sudah dimulai yang ditandai dengan groundbreaking alias peletakan batu pertama pada 12 Februari 2018 lalu meskipun skema dukungan dari pemerintah kota Bandung terhadap investasi proyek itu belum diputuskan.

PT PP Tbk (PTPP) sebagai investor yang menjadi pemegang konsesi proyek LRT Metro Kapsul tahap I masih terus melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Pemerintah Kota Bandung terkait skema subsidi yang akan diberikan.

Seperti diketahui, LRT Metro Kapsul Bandung sepanjang 8,3 kilometer (km) digarap dengan investasi senilai Rp 1,4 triliun. Proyek ini akan mendapatkan dukungan Viability Gap Fund (VGF) dari Pemkot Bandung.

"Secara fisik sudah di launching. Sekarang kami dengan Pemkot Bandung lagi maraton menyelesaikan pembahasan soal subsidi atau VGF ini

Ada beberapa opsi yang dijajaki dan itu sangat dinamis perkembangannya. Kami targetkan keputusannya baru keluar minggu depan," kata Agus Purbianto, Direktur Keuangan PTPP pada KONTAN, Selasa (13/2).

Agus menjelaskan, dukungan VGF dilakukan agar proyek tersebut mempunyai nilai kelayakan secara investasi. Maklum, proyek transportasi massal tidak bisa dikenakan tarif mahal agar tetap menarik. Sementara investor mau berinvestasi jika pengembalian modal dari investasinya bisa lebih cepat dan menguntungkan.

Sementara Nugroho Agung, Sekretaris Perusahaan PTPP mengatakan, pembahasan soal skema pembiayaan proyek LRT Metro Kapsul tersebut akan dilakukan Senin pekan depan karena ada perubahan bentuk VGF yang sudah dikaji perusahaan sejak awal.

Sebelumnya, Nugroho bilang, ada skema yang sedang dikaji perusahaan yang akan mebuat tarif LRT Metro Kapsul tersebut bisa lebih rendah dari Rp 10.000. Denga skema tersebut maka tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR) proyek itu sekitar 12%.

Metro Kapsul Bandung akan dibangun dengan konsep looping track atau melingkar dengan pancang mencapai 8,3 km. Proyek ini nantinya akan memiliki 11 stasiun. Pembangunannya ditaksir hanya akan memakan waktu 18 bulan dan pembangunannya bisa cepat karena elevated sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan.

PTPP dan anak usahanya PT PP Infrastruktur telah telah memenangkan tender sebagai pemegang konsensi proyek LRT Metro Kapsul tersebut.

Untuk membangun proyek transportasi itu, keduanya sudah membentuk perusahaan patungan pada 24 Oktober 2017 lalu yang diberi nama PT Metro Kapsul Bandung (MKB) di mana PTPP memiliki porsi sebesar 51% dan PP Infrastruktur 49%. 


Reporter Dina Mirayanti Hutauruk
Editor : Yudho Winarto

INFRASTRUKTUR DAERAH

Berita terbaru Regional

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]