KONTAN.CO.ID - 18 Januari memperingati Hari Agama Sedunia, ketahui makna dan sejarahnya.
18 Januari 2026 yang jatuh pada hari Minggu ini ternyata bertepatan dengan peringatan Hari Agama Sedunia (World Religion Day).
Sebenarnya tidak ada tanggal pasti terkait peringatan ini, namun biasanya dirayakan pada Minggu ke-3 di bulan Januari.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jabodetabek 18 Januari: Ini 3 Kota yang Wajib Bawa Payung
Peringatan ini bertujuan untuk menyebarkan perdamaian, pemahaman, dan persatuan di antara semua agama.
Menurut laman Wikipedia, perayaan ini pertama kali digelar pada tahun 1950 yang pada mulanya melalui Majelis Spiritual Nasional Iman Baha’i.
Meskipun dimulai di negara Amerika Serikat, Hari Agama Sedunia kini dirayakan secara internasional.
Berikut sejarah tentang Hari Agama Sedunia yang dapat Anda ketahui.
Baca Juga: 17 Januari Hari Popeye: Warisan Budaya Pop yang Masih Kita Rasakan

Makna dan Sejarah Hari Agama Sedunia
Melansir laman Day of The Year, Hari Agama Sedunia dimulai dengan sebuah gagasan yang kuat pada tahun 1947 yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian melalui pemahaman berbagai kepercayaan.
Gagasan ini menjadi lebih terstruktur ketika Majelis Spiritual Nasional Baha’i Amerika Serikat mengumumkannya pada tahun 1949.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perayaan ini pertama kali diadakan pada tahun 1950.
Awalnya disebut dengan “Hari Perdamaian Dunia Melalui Agama” di Portland, Maine, Amerika Serikat.
Selama bertahun-tahun, peringatan ini semakin populer dan kini dirayakan di seluruh dunia, termasuk di Australia dan Bolivia pada tahun 1951.
Makna dari peringatan ini adalah untuk mengenali dan menghargai kesamaan dan tujuan spiritual bersama di antara semua agama.
Faktanya, terdapat lebih dari 4.300 agama yang diakui di seluruh dunia, dan agama-agama tersebut dirayakan dalam berbagai bentuk.
Baca Juga: Prediksi BMKG: Hujan Petir Dominasi Jateng, Simak 10 Hari Cuaca di Kota Anda
Misalnya, pertemuan di kuil, kebaktian gereja, dan acara-acara suku.
Hari Agama Sedunia juga menekankan pentingnya menemukan titik temu di antara berbagai kepercayaan ini sekaligus mempromosikan persatuan daripada berfokus pada perbedaan.
Hal ini mendorong orang untuk mengeksplor dan mempelajari berbagai agama, dengan memahami bahwa sebagian besar penduduk dunia yang mengikuti salah satu dari lima agama besar: Kristen, Islam, Hindu, Buddha, dan Yahudi.
Hari ini memberi kita kesempatan untuk merenungkan apa yang menyatikan kita, serta membina komunitas global yang lebih damai dan kohesif.
Perayaan Hari Agama Sedunia melibatkan partisipasi dalam acara antar agama, misalnya diskusi tentang keyakinan dengan pikiran terbuka, dan mempelajari kepercayaan serta tradisi agama-agama yang berbeda dari apa yang kita yakini.
Bagaimana menurut Anda, kira-kira apa yang bisa dipetik dari peringatan Hari Agama Sedunia?
Tonton: Rekor! Konsumsi Listrik China Tembus 10,37 Triliun KWh
Selanjutnya: Bank Jakarta Genjot Layanan dan Inovasi Digital
Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News