7 Kampung tematik di Kota Malang terdampak banjir bandang Sungai Brantas

Minggu, 07 November 2021 | 08:05 WIB Sumber: Kompas.com
7 Kampung tematik di Kota Malang terdampak banjir bandang Sungai Brantas

ILUSTRASI. Tujuh kampung tematik di Kota Malang diterjang derasnya aliran Sungai Brantas.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tujuh kampung tematik di Kota Malang diterjang derasnya aliran Sungai Brantas usai banjir bandang melanda Kota Batu pada Kamis (4/11) sore. Tujuh kampung tematik yang terdampak tersebut semuanya berada di bantaran Sungai Brantas.

Kampung tematik tersebut adalah Kampung Keramik Kelurahan Dinoyo, Kampung Gerabah Kelurahan Penanggungan, Kampung Putih Kelurahan Klojen dan Kampung Biru Arema Kelurahan Kidul Dalem. Termasuk juga Kampung Tridi Kelurahan Kesatrian, Kampung Warna Warni dan Kampung Lampion Kelurahan Jodipan.

Dari tujuh kampung tematik tersebut, Kampung Putih dan Kampung Warna Warni yang terdampak paling parah. Di dua kampung tersebut ada satu rumah hanyut, satu rumah rusak parah dan sebagian rumah terendam lumpur serta tumpukan sampah.

"Dari catatan kami, taman Wall Of Love dan Taman Daya Kampung Putih yang rusak parah, area spot selfie hilang dan hanyut terbawa banjir," ucap Ketua Forkom Pokdarwis kota Malang, Isa Wahyudi, Sabtu (6/11).

Baca Juga: Banjir di Kabupaten Sintang, sebanyak 87.496 jiwa terdampak

Pria yang akrab disapa Ki Demang ini juga telah melakukan koordinasi dengan semua kampung tematik untuk saling membantu. Salah satunya adalah dengan bergotong royong membantu Kampung Putih agar kembali pulih usai diterjang derasnya aliran sungai Brantas.

"Memang Kampung Putih ini yang paling parah. Sampai warga mengungsi ke Edu Park Senaputra. Hari ini tadi juga sudah kami gerakkan untuk membantu bersih-bersih warga," ujarnya.

Baca Juga: Banjir masih merendam empat desa, 725 warga Kabupaten Melawi mengungsi

Selain kerja bakti, juga digelar doa bersama antar lintas agama di Koeboeran Londo yang difasilitasi oleh Pokdarwis. Doa bersama tersebut dihadiri oleh para pegiat Kerukunan Antar Umat Beragama, Ustad Zainul Arifin, Romo Eko Putranto dan Pdt. Ardi Rahardiyanto.

"Intinya doa bersama kemarin itu berbarengan dengan rangkaian acara Misa Arwah yang di selenggarakan pada tanggal 4 November kemarin. Jadi kami sama-sama kita berdoa agar situasi lekas membaik," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ada di Bantaran Sungai Brantas, 7 Kampung Tematik di Kota Malang Terdampak Banjir Bandang.

Editor: Rachmawati

Baca Juga: Banjir bandang yang menerjang Lamongan sudah surut

Selanjutnya: Manfaat buah cermai bisa menurunkan kolesterol, tak banyak diketahui orang

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru