Ada Kereta Cepat, Kemenhub: Belum Ada Rencana Pemberhentian KA Argo Parahyangan

Kamis, 08 Desember 2022 | 18:48 WIB   Reporter: Lailatul Anisah
Ada Kereta Cepat, Kemenhub: Belum Ada Rencana Pemberhentian KA Argo Parahyangan

ILUSTRASI. Sejumlah penumpang berada di dalam Kereta api Argo Parahyangan yang berhenti di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (3/9/2020). Kereta Api (KA) Argo Parahyangan tidak akan diberhentikan saat kereta cepat Jakarta-Bandung mulai beroperasi.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Plt. Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal menepis berita bahwa Kereta Api (KA) Argo Parahyangan akan diberhentikan saat kereta cepat Jakarta-Bandung mulai beroperasi.

"Kami belum ada program memberhentikan (KA Agro Parahayang) itu," jelas Risal di Gedung DPR, Kamis (8/12).

Risal menyebut, ada perbedaan mendasar terkait dengan kereta cepat Jakarta - Bandung dengan KA Agro Parahyangan khususnya terkait target pasarnya.

Dia menegaskan, KA Argo Parahyangan masih akan tetap beroperasi. "Dalam waktu dekat belum ada rencana penghentian karena pangsa pasarnya beda," ucap Rizal.

Baca Juga: Tiket Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Dibanderol Mulai Rp 125.000

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Arief Anshory Yusuf meminta pemerintah jangan terburu-buru mematikan operasional KA Argo Parahyangan saat kereta cepat Jakarta - Bandung beroperasi.

Arief menilai, layanan kereta cepat dan Argo Parahyangan tidak persis sama dan ada heterogeneitas dalam kebutuhan konsumen pengguna.

Argo Parahyangan memberikan transportasi dari pusat kota ke pusat kota, dalam hal ini dari Stasiun Bandung ke Stasiun Gambir, tanpa harus transit menggunakan moda transportasi pengumpan (feeder).

"Biarkan konsumen memilih dahulu kereta cepat atau Argo Parahyangan. Bila betul nanti kereta cepat lebih baik (dari kecepatan, praktikalitas, dan keterjangkauan), maka konsumen akan beralih secara alamiah. Jangan terburu-buru kalau belum jelas terbukti. Kebijakan jangan hanya dibikin berbasis asumsi," ucap dia dikutip dari laman Unpad, Kamis (8/12).

Baca Juga: Biaya Bengkak, KCIC Minta Konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi 80 Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru