KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya Pemulihan infrastruktur lintas sektor terus dilakukan di wilayah Aceh pasca banjir bandang melumpuhkan sejumlah jalur utama wilayah tersebut. Hal itu menjadi kunci kembalinya konektivitas dan distribusi logistik di wilayah terdampak.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menjalankan penugasan negara di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dengan dukungan TNI AD dan mitra konstruksi lokal. Fokus pemulihan diarahkan pada infrastruktur vital penopang mobilitas masyarakat dan arus barang.
Direktur Utama ADHI Moeharmein Zein Chaniago menyatakan, percepatan pemulihan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahan dalam menjalankan penugasan negara. “Akses jalan dan jembatan menjadi fondasi pemulihan ekonomi dan sosial karena memungkinkan distribusi bantuan, aktivitas ekonomi, dan layanan publik kembali berjalan,” kata Zein dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Mendag Sebut 80% Pedagang di Pasar Kuala Simpang Aceh Mulai Beraktivitas Kembali
Dia bilang, salah satu proyek prioritas adalah pemulihan jalur nasional Banda Aceh–Medan yang terputus akibat banjir bandang pada 27 November 2025. Jalur tersebut kembali tersambung setelah rampungnya pembangunan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen.
ADHI bersama PT Krueng Meuh menyelesaikan jembatan darurat sepanjang lebih dari 60 meter dalam 18 hari, dengan dukungan 33 personel Zeni Kodam Iskandar Muda. Jembatan berkapasitas 30 ton ini kini dapat dilalui kendaraan roda dua hingga truk logistik.
Berfungsinya kembali jembatan tersebut membuka akses pasar lintas wilayah. Distribusi kebutuhan pokok berangsur normal, sementara layanan publik kembali menjangkau masyarakat Bireuen dan sekitarnya.
Baca Juga: BTN Perkuat Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang
Pemulihan juga dilakukan di Pidie Jaya. Jembatan Krueng Meureudu pada jalur lintas timur Aceh kembali fungsional sejak penanganan darurat rampung pada 12 Desember 2025. Selain itu, ADHI memobilisasi alat berat ke sejumlah titik kritis, termasuk Aceh Tamiang, Blangkejeren–Kutacane, Bireuen–Takengon, dan Pidie.
Kementerian PU mencatat, sekitar 1.400 personel dan 1.854 unit alat berat dikerahkan untuk mendukung pemulihan konektivitas pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. ADHI menjadi salah satu BUMN Karya yang terlibat dalam pembangunan jembatan darurat dan mobilisasi alat berat di titik prioritas.
Selanjutnya: 4 Cara Menghilangkan Kapalan di Kaki yang Efektif, Bisa Pakai Garam!
Menarik Dibaca: 4 Cara Menghilangkan Kapalan di Kaki yang Efektif, Bisa Pakai Garam!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News