kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Akhirnya, Anies resmi punya pendamping pimpin Jakarta


Rabu, 15 April 2020 / 14:34 WIB
Akhirnya, Anies resmi punya pendamping pimpin Jakarta
ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI JakartaAhmad Riza Patria (kanan)

Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memiliki pendamping dalam memimpin Jakarta setelah Ahmad Riza Patria dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga tahun 2022 mendatang.

"Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan saya akan melaksanakan tugas saya sebagai Wagub DKI Jakarta membantu Pak Anies Rasyid Baswedan," ujar Riza usai dilantik Rabu (15/4).

Baca Juga: Di tengah Covid-19, Presiden Jokowi akan lantik wakil gubernur DKI Jakarta besok

Tugas besar menanti dalam menyelenggarakan pemerintahan DKI Jakarta di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Saat ini Jakarta merupakan wilayah dengan total kasus positif terbanyak hingga 2.335 kasus dengan kesembuhan 163 kasus dan kematian 241 kasus.

"Mudah-mudahan kehadiran saya bisa membantu pak Gubernur dalam rangka menangani Covid-19," terang Riza.

Riza menyampaikan tugasnya sebagai Wagub adalah membantu gubernur dalam rangka memimpin pemerintahan daerah, memantau, mengevaluasi, memberikan pertimbangan, rekomendasi dan melaksanakan tugas sesuai dengan UU serta tugas dari gubernur.

Sebelumnya politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria terpilih menjadi wagub DKI Jakarta dalam pemilihan wagub oleh DPRD DKI Jakarta dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (6/4) siang. 

Baca Juga: Politisi Gerindra Ahmad Riza Patria terpilih jadi Wagub DKI

Berdasarkan penghitungan suara, Risa memperoleh 81 suara. Sementara pesaingnya Nurmansjah Lubis meraih 17 suara. Suara tidak sah sebanyak dua suara.

Jumlah anggota DPRD DKI Jakarta yang mengikuti rapat paripurna pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta mencapai 100 orang. Sementara enam anggota DPRD tidak dapat mengikuti rapat paripurna karena terlambat hadir.

 




TERBARU

[X]
×