HOME

Akibat Covid-19, DKI Jakarta mengandalkan investasi dalam negeri

Senin, 10 Agustus 2020 | 23:04 WIB   Reporter: Fahriyadi
Akibat Covid-19, DKI Jakarta mengandalkan investasi dalam negeri

ILUSTRASI. Warga tengah mengurus perijinan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (17/11/2017). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuka layanan pengaduan di setiap kecamatan pada hari Sabtu. Tujuannya agar warga yang memili


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Provinsi DKI Jakarta mencatatkan nilai realisasi investasi tertinggi secara nasional pada kuartal II tahun 2020 (periode April-Juni) dengan total nilai investasi sebesar Rp 30,1 triliun.

Selama periode kuartal II-2020, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) DKI Jakarta, sebesar US$ 800 juta atau setara dengan Rp 12,2 triliun (dengan kurs APBN 2020 US$1= Rp 14.400) dan realisasi Penanaman Modal DalamNegeri (PMDN) DKI Jakarta, sebesar Rp. 17,9 triliun

“Alhamdulillah, Provinsi DKI Jakarta kembali meraih pencapaian dalam bidang penanaman modal. Berdasarkan data BKPM RI, DKI Jakarta meraih realisasi investasi PMA dan PMDN sebesar Rp 30,1 triliun pada kuartal II-2020, menempati urutan pertama sebagai Provinsi dengan realisasi investasi tertinggi se-Indonesia” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra melalui keterangannya, Senin (10/8)

Dengan demikian, realisasi investasi PMA dan PMDN DKI Jakarta selama Semester I tahun 2020 (periode Januari-Juni) mencapai Rp 50,2 triliun atau berkontribusi 12,5% dari total realisasi investasi PMA dan PMDN nasional, sebesar Rp 402,6 triliun.

“ini menunjukkan bahwa masih adanya geliat investasi di Ibu Kota meskipun di tengah pandemi Covid-19” imbuh Benni.

Kendati demikian, Benni menyampaikan terjadi penurunan realisasi investasi PMA DKI Jakarta sebesar 10,29% pada kuartal II-2020 bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 lalu. Hal ini karena faktor pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara di dunia yang mengakibatkan dampak terhadap perekonomian global sehingga terjadi perlambatan kinerja investasi.

Hal sebaliknya terjadi pada Realisasi Investasi PMDN DKI Jakarta yang tetap menunjukkan performa positif pada triwulan kedua ini dengan mengalami kenaikan sebesar 10,49% bila dibandingkan dengan realisasi PMDN pada periode yang sama tahun 2019 lalu.

Sektor Usaha Paling Diminati

Lebih lanjut, Benni merinci sektor usaha yang mencatatkan nilai realisasi investasi tinggi dan menarik minat investor dalam menanamkan modalnya di Jakarta.

Bagi investor PMA sektor usaha yang paling diminati adalah Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran dengan nilai realisasi investasi sebesar, US$ 308 juta atau berkontribusi sebesar 36% dari total Realisasi Investasi PMA DKI Jakarta pada Triwulan II tahun 2020.

Sementara sektor usaha Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi menjadi sektor yang paling diminati oleh investor PMDN, sebesar dari Rp 6,6 triliun pada kuartal II-2020.

Sementara data realisasi investasi PMA dan PMDN berdasarkan wilayah Kota Administrasi, Pertama, berada di Jakarta Selatan dengan total realisasi investasi sebesar Rp 13,5 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp 8,3 triliun dan PMDN sebesar Rp 5,2 triliun.

Kedua, Jakarta Pusat dengan realisasi investasi sebesar Rp 8,8 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp 1,7 triliun dan PMDN Rp 7,1 triliun.

Ketiga, Jakarta Utara dengan realisasi investasi sebesar Rp 3,4 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp 936 miliar dan PMDN sebesar Rp 2,5 triliun.

Keempat, Jakarta Barat dengan realisasi investasi Rp. 2,3 triliun terdiri dari PMA Rp. 430 miliar dan PMDN Rp 1,9 triliun.

Kelima, Jakarta Timur dengan realisasi investasi sebesar Rp.2 triliun terdiri dari PMA sebesar Rp. 799 miliar dan PMDN Rp. 1,2 triliun.

“kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun strategi dan solusi penguatan iklim investasi di Jakarta serta aktif melakukan promosi dalam berbagai forum investasi yang diselenggarakan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam upaya pencegahan Covid-19,” kata Benni.

Editor: Fahriyadi .
Terbaru