Nusantara

Ambisi Berburu Konten di Puncak Vulkanik Gunung Dukono, Berujung Petaka

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:55 WIB
Diperbarui Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:13 WIB
Ambisi Berburu Konten di Puncak Vulkanik Gunung Dukono, Berujung Petaka

ILUSTRASI. Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus (via Reuters/Jhon Frengki Manipa)


Sumber: BNPB,Al Jazeera  | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA - Operasi Search and Rescue (SAR) gabungan kini berpacu dengan waktu untuk mencari tiga pendaki yang dinyatakan hilang setelah Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus hebat pada Jumat (8/5/2026).

Hingga hari Jumat pukul 17.30 WIT, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pendaki yang masih dalam pencarian bertambah menjadi tiga orang. 

Mereka adalah H.W.Q.T. (L, 30 tahun) asal Singapura, S.M.B.A.H. (L, 27 tahun) asal Singapura, dan E. (P) warga negara Indonesia. Ketiganya terjebak saat aktivitas vulkanik kawah Malupang Warirang mendadak fluktuatif.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengungkapkan bahwa para pendaki diduga kuat mengabaikan larangan pendakian yang telah ditetapkan sejak 17 April 2024. "Banyak pendaki, terutama wisatawan asing, yang nekat demi membuat konten media sosial meski tanda peringatan sudah dipasang di pintu masuk jalur," terang Erlichson seperti dikutip Al Jazeera.

BREAKING NEWS! Gempa dan Tsunami di Bitung, Satu Korban Meninggal Dunia

Sementara dalam pernyataan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, tim pencarian dan pertolongan atau SAR (Search and Rescue) gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara terus melakukan proses evakuasi dan pencarian terhadap para pendaki yang terdampak peningkatan aktivitas erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Jumat (8/5).

Berdasarkan pendataan sementara, total terdapat 20 orang pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono, terdiri dari sembilan warga negara asing (WNA) asal Singapura, tiga orang warga dari Ternate dan delapan warga lokal dari wilayah sekitar.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Lima Kali pada Kamis (16/5) Pagi

Hingga saat ini, sebanyak 14 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Adapun rinciannya: korban selamat warga negara asing terdiri dari inisial T.Y.M.E. (L) usia 30 tahun, O.S.S. (P) usia 37 tahun, P.L. (P) usia 33 tahun, L.H.E.I. (P) usia 31 tahun, T.J.Y.G. (P) usia 30 tahun, L.Y.X.V. (P) usia 30 tahun dan L.S.D. (L) usia 29 tahun, seluruhnya merupakan warga negara Singapura.

Sementara itu, korban selamat warga negara Indonesia (WNI) terdiri dari B.B. (L) usia 24 tahun, Y. (L) usia 23 tahun, S. (L) usia 26 tahun, A. (L) usia 22 tahun, H. (L) usia 26 tahun, F.N. (P) usia 27 tahun serta R.I. (P) usia 29 tahun.

Berdasarkan informasi dari Pengamat Gunung Api Dukono yang turut mendampingi proses evakuasi, pada pukul 14.10 WIB, operasi pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan personel di lapangan akibat adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah. 

Saat itu seluruh tim evakuasi dilaporkan berada di Pos 5 sambil menunggu kondisi aktivitas vulkanik lebih aman untuk melanjutkan pencarian.

Baca Juga: Gunung Marapi Meletus, Masyarakat Diminta Waspadai Banjir Lahar

Selanjutnya pada pukul 15.25 WIB, berdasarkan laporan langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Utara, pencarian kembali dilanjutkan dan tim SAR gabungan saat ini dibagi menjadi dua titik pencarian.

Tim pertama yang dipimpin langsung Kalaksa BPBD Halmahera Utara melakukan penyisiran jalur pendakian menuju puncak gunung dan kini berada pada jarak kurang lebih 500 meter dari puncak. 

Dalam upaya tersebut, tim menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk memantau kondisi dari udara guna meningkatkan keamanan dan efektivitas pencarian, mengingat aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung dengan intensitas yang fluktuatif.

Sementara itu, tim kedua melakukan penyisiran di wilayah aliran sungai yang berada di dekat kawasan puncak gunung. Penyisiran dilakukan untuk mencari dua warga negara asing yang hingga kini masih dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan.

Proses penanganan darurat melibatkan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, tenaga medis dan unsur relawan setempat. BNPB mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono selama aktivitas vulkanik masih meningkat serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG demi keselamatan bersama.

Tonton: BREAKING NEWS! Prabowo Hadiri Jamuan Pemimpin ASEAN di Filipina

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru