kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45755,12   29,29   4.04%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bapeten: Radiasi nuklir di Tangsel berasal dari limbah radioaktif


Sabtu, 15 Februari 2020 / 19:05 WIB
Bapeten: Radiasi nuklir di Tangsel berasal dari limbah radioaktif
ILUSTRASI. Bapeten sebut radiasi nuklir di Tangsel berasal dari limbah radioaktif. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

Reporter: Handoyo | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sudah melakukan pemeriksaan terhadap lokasi yang terpapar radiasi nuklir di tanah kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan. 

Dari hasil penelitian sementara, asal radiasi muncul dari limbah atau sampah radioaktif dari teknologi nuklir yang telah digunakan. "Tapi yang jelas ini ada sisa limbah atau sampah radioaktif jadi dari beberapa tanah itu ada kita lihat kecil-kecil itu adalah limbah entah dari mana itu yang kita cari," kata Sekretaris Utama Bapeten, Hendrianto Hadi Tjahyono di lokasi, Sabtu (15/2). 

Baca Juga: Caesium 137 diduga jadi penyebab radiasi nuklir di Serpong, apa itu?

Saat ini Bapeten telah melakukan penelitian lebih lanjut tentang serpihan limbah radioaktif. Sebab, pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia terbilang banyak dan ada di beberapa bidang. "Di Indonesia ini pemanfaatkan tenaga nuklir itu luas. Ada di bidang Industri, bidang medis dan penelitian," ucapnya. 

Dari sempel yang diperoleh, Bapeten yang bekerja sama dengan Batan akan mengetahui asal sumber casium dari data yang dimilikinya saat ini. "Tapi itu perlu waktu dan proses untuk melakukan investigasi tersebut. Karena kita ada data-data sumber yang (menggunakan tenaga nuklir) ada di Indonesia. Sedangkan Batan punya laboratorium yang lengkap. Nanti akan ketahui asal sumber (radioaktif) itu," kata Hendrianto. 

Sebelumnya, kemunculan radiasi tersebut diketahui saat Bapeten melakukan uji fungsi dengan target area meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong, pada 30 dan 31 Januari 2020. 

Baca Juga: Radiasi tinggi di Perumahan Batan Indah, ini yang sudah dilakukan Bapeten

Secara umum, nilai paparan radiasi lingkungan pada daerah pemantauan menunjukkan nilai normal (paparan latar). Namun, pada saat dilakukan pemantauan di lingkungan Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli blok J.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bapeten Sebut Radiasi Nuklir di Tangsel Berasal dari Limbah Radioaktif"



TERBARU

[X]
×