kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.980
  • EMAS697.000 -0,71%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Bekasi catat 0,2% lahan terbilang kumuh


Rabu, 30 November 2016 / 21:42 WIB

Bekasi catat 0,2% lahan terbilang kumuh

BEKASI. Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat kawasan kumuh di wilayahnya tersebar di atas lahan seluas total 443 hektare.

"Dari total luas lahan wilayah Kota Bekasi 210.000 hektare, seluas 443 hektare masuk dalam kriteria kawasan kumuh," kata Kepala Dinas Bangunan dan Permukiman Kota Bekasi Dadang Ginanjar di Bekasi, Rabu (30/11). Dari hitungan itu, artinya hanya 0,2% kawasan di Bekasi yang terbilang kumuh.

Menurut dia, luasan lahan kumuh itu telah tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, sehingga diharapkan ada intervensi dari pemerintah pusat untuk mempercepat pengentasan.

Intervensi pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut berupa program "Kotaku", yakni Kota Tanpa Kawasan Kumuh. Pemerintah pusat berkepentingan untuk melakukan penataan karena salah satu target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014-2019 ialah nol persen kawasan kumuh.

Dadang mengatakan, di Kota Bekasi lokasi kawasan kumuh tersebut tersebar hampir merata di 12 kecamatan yang ada.

Dari pendataan tersebut, diperoleh juga informasi keberadaan 3.066 rumah tidak layak huni yang perlu "dibedah" sebagai bagian dari penataan kawasan kumuh.

Sepanjang tahun 2016, pihaknya hanya sanggup menata enam kawasan kumuh melalui Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas berikut "membedah" 170 rumah tidak layak huni.

"Penanganan rutilahu menjadi salah satu ikon andalan Disbangkim. Meskipun kemampuan anggaran terbatas, tapi bisa saja tahun 2018 tuntas dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah," katanya.

Dadang menambahkan, program pengentasan kawasan kumuh itu saat ini mengalami sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan anggaran serta ketiadaan lahan untuk keperluan pembangunan sarana prasarana pendukung di lokasi tersebut.

"Sebab selain "membedah" rumah tidak layak huni, penataan kawasan kumuh juga meliputi pembuatan sarana sanitasi, pembangunan jalan lingkungan yang representatif, serta penyediaan akses air bersih," katanya.


Sumber : Antara
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0540 || diagnostic_web = 0.3818

Close [X]
×