CLOSE [X]

Benarkah omicron sudah masuk Indonesia? Ini jawaban Istana

Kamis, 09 Desember 2021 | 10:15 WIB Sumber: Kompas.com
Benarkah omicron sudah masuk Indonesia? Ini jawaban Istana


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Informasi yang menyebutkan empat orang di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, terpapar Covid-19 varian Omicron tidak benar atau hoaks. 

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo usai dirinya melakukan klarifikasi informasi tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dr. Sri Enny Mainiarti. 

“Tidak ada bukti dan tidak ada statement apa pun dari saya bahwa varian Omicron sudah masuk bekasi,” kata Abraham menirukan pernyataan Enny, dilansir dari siaran pers KSP, Rabu (8/12/2021). 

Abraham menjelaskan, hasil penelusuran tim Dinkes Bekasi ke laboratorium yang melakukan testing menunjukkan, empat orang yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 tersebut sebenarnya positif tertular varian Delta, bukan varian Omicron. Saat ini, keempatnya telah dikarantina. 

Baca Juga: 2 Ilmuwan top ini bilang, varian Omicron tidak lebih buruk dari Delta

“Keempat warga yang positif sudah dilakukan karantina dan juga dilakukan tracing pada kontak erat. Langkah-langkah sudah dijalankan sesuai protokol,” tutur Abraham. 

Dia lantas menyayangkan pemberitaan soal empat orang positif Covid-19 di Bekasi dilakukan tanpa melalui klarifikasi dari sumber utama, yakni pihak Dinkes atau Kemenkes. 

Menurutnya, hoaks semacam ini bisa merugikan masyarakat dan menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. 

Baca Juga: Makin menyebar, kasus varian Omicron sudah dilaporkan di 57 negara

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga membantah tegas kabar ditemukannya empat kasus varian Omicron di Bekasi. 

Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian B.1.1.529 atau Omicron hingga kini belum ditemukan di Indonesia. 

"Belum ada," kata Nadia pada Rabu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KSP: Informasi 4 Orang di Bekasi Terpapar Varian Omicron Hoaks"
Penulis : Dian Erika Nugraheny
Editor : Diamanty Meiliana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru