Berikut fenomena astronomi yang terjadi selama pertengahan bulan September, apa saja?

Kamis, 16 September 2021 | 10:16 WIB   Penulis: Arif Budianto
Berikut fenomena astronomi yang terjadi selama pertengahan bulan September, apa saja?

ILUSTRASI. Berikut fenomena astrnomi yang terjadi selama pertengahan bulan September, apa saja?

KONTAN.CO.ID - Selama pertengahan bulan September 2021 bakal terjadi fenomena astronomi yang menakjubkan. Beberapa diantaranya, seperti fase bulan perbani awal hingga ekuinoks September. Cek selengkapnya di sini.

Baru-baru ini LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) membagikan informasi yang cukup menarik terkait fenomena astronomi yang terjadi selama pertengahan September 2021. Dalam sebuah postingan di Instagram resminya (@lapan_ri), setidaknya mulai tanggal 14 - 23 September ada beberapa fenomena astronomi yang cukup menarik.

Penasaran fenomena astronomi  apa saja yang bakal terjadi selama pertengahan menuju akhir bulan September ini? Dikutip dari postingan resmi Instagram LAPAN (@lapan_ri), berikut fenomena astronomi yang terjadi selama 14-23 September 2021:

ILUSTRASI: Planet Bumi

Baca Juga: Mengenal badai matahari, apakah menjadi penyebab kiamat internet?

Fase Bulan Perbani - (14 September)

Apa itu fase bulan perbani? Ini merupakan peristiwa astronomi dimana bulan tegak lurus terhadap garis penghubung bumi - matahari. Pada fase perbani ini, setengah bulan akan nampak terang.

Menurut LAPAN, puncak fase perbani awal akan terjadi pada pukul 03.39.21 WIB/ 04.39.21 WITA/ 05.39.21 WIT. Oleh karena itu, bulan perbani awal ini dapat disaksikan ketika terbit pada tengah hari dari arah timur-tenggara.

Puncak tertinggi di arah selatan, ketika terbenam matahari dan kemudian terbenam di arah barat-barat daya ketika tengah malam.

Elongasi Timur Maksimum Merkiruis - (14 September)

Mengutip dari laman Edukasi Sains Antariksa LAPAN, elongasi merupakan sudut yang dibentuk oleh posisi planet terhadap matahari dan bumi.

Merkiuris akan mencapai elongasi timur maksimum pada tanggal 14 September 2021 pukul 11.11 WIB/ 12.11 WITA/ 13.11 WIT. Planet ini dapat disaksikan dari arah barat-barat daya dekat konstelasi bintang Taurus sejak 20 menit setelah terbenam matahari selama 75 menit.

Oposisi Neptunus - (14 September)

Opisisi Neptunus merupakan sebuah fenomena astronomi dimana konfigurasi Neptunus, Bumi, dan matahari berada pada satu garis lurus. Puncaknya terjadi tanggal 14 September dan dapat disaksikan dari arah timur hingga barat dekat konstelasi bintang Akuarius.

Fenomena astronomi yang satu ini juga dapat disaksikan setelah matahari terbenam hingga sebelum terbit keesokan harinya.

Konjungsi Tripel Bulan - Jupiter - Saturunus - (16 - 19 September)

Konjungsi pada dasasrnya dapat diartikan sebagai peristiwa yang terjadi saat jarak sudut (elongasi) suatu benda dengan benda lainnya sama dengan nol derajat, umumnya ketika diamati dari Bumi. Nah, konjungsi tripel Bulan - Jupiter - Saturunus ini akan berlangsung mulai 16 - 19 September.

Fenomena astronomi tersebut dapat disaksikan sejak 20 menit setelah terbenam matahari dari arah timur-timur tenggara hingga pukul 02.40 waktu setempat dari arah barat-barat daya.

Apoge Mars - (20 September)

Apoge Mars menggambarkan sebuah fenomena astronomi di mana planet Mars berada paing jauh dari Bumi. Jatuh pada tanggal 20 September 2021 pukul 18.33 WIB/ 19.33 WITA/ 20.33 WIT, sebesar 2,638 sa atau 394,7 juta km.

Karena sudut pisah Mars-Matahari yang cukup dekat yakni 5,68 derajat Mars tidak dapat disaksikan sepanjang malam. Kabarnya, fenomena ini terjadi setiap dua tahun sekali, selanjutnya akan kembali berlangsung pada 18 Oktober 2023 dan 30 November 2025.

Fase Bulan Purnama - (21 September)

Setelah Mars berada dalam jarak terjauh dengan Bumi, fase bulan purnama pun tiba. Puncak fase bulan pernama di bulan September ini bisa Anda saksikan pada pukul 06.54.37 WIB/ 07.54.37 WITA/ 08.54.37 WIT.

Ekuinoks September - (23 September)

Ekuinoks September adalah titik perpotongan ekliptika dan ekuator langit yang dilewati matahari dalam perjalanan semu tahunan matahari dari langit belahan utara menuju ke langit belahan selatan. 

Fenomena ini terjadi tanggal 23 September 2021 pukul 02.20.59 WIB/ 03.20.59 WITA/ 04.20.59 WIT. Pada saat ekuinoks, matahari akan terbit nyaris tepat di arah timur dan terbenar nyaris tepat di arah barat.

Selanjutnya: Para astronom memprediksi ledakan bintang Supernova Requiem akan terjadi tahun 2037

Editor: Arif Budianto
Terbaru