Bersama Pemda Sleman, Kementan Panen Jagung Integrated Farming

Rabu, 27 April 2022 | 21:32 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Bersama Pemda Sleman, Kementan Panen Jagung Integrated Farming

ILUSTRASI. Petani memperlihatkan hasil panen jagung di Desa Pattopakang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/2/2022). Bersama Pemda Sleman, Kementan Panen Jagung Integrated Farming.


KONTAN.CO.ID -  SLEMAN. Integrated Farming merupakan sistem pertanian yang memanfaatkan keterkaitan antara tanaman dengan ternak. Sistem ini kerap digunakan untuk mengurangi sampah organik, dan menjadi konsep pertanian masa depan yang berkelanjutan. 

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), konsep integrated farming ini terbukti menguntungkan, karena semua proses bertaninya saling berkaitan baik tanaman pangan maupun peternakan.

Di saat ini, situasi dunia masih belum stabil yang disebabkan beberapa hal. Salah satunya adalah pandemi yang baru saja menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, perubahan iklim yang berdampak pada proses produktivitas pertanian, permintaan produk melonjak sementara ketersediaan masih terbatas akibat pandemi. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian akan selalu menjadi tumpuan pemenuhan berbagai kebutuhan masyarakat.

"Tantangan akan terus muncul dan menuntut penerapan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan output untuk mengimbangi kebutuhan food, feed, fuel, dan fibre, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (27/4).

Baca Juga: Emiten CPO Punya Prospek Positif Sepanjang 2022

Salah satu upayanya, dengan melakukan integrated farming, yang sudah diterapkan di daerah Prambanan, Sleman yang mengintegrasikan jagung dengan ternak. 

Pada Selasa, (26/4), Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan, dan Perikanan (BP4) Wilayah VIII melakukan panen jagung integrated farming di Prambanan, Sleman. Yang dihadiri oleh perangkat daerah setempat dari Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Camat, Lurah sampai Ketua Kelompok Tani Desa Sumberharjo, Prambanan Sleman.

Hadir juga Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto. “Tahun ini Bupati Sleman mendapatkan Tribun Award se Jateng dan DIY  dengan penganugerahan “Pelopor Penumbuhan Petani Milenial” ini berarti Kabupaten Sleman konsert dengan program Kementerian Pertanian .

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono menyampaikan “Salah satu komitmen Kabupaten Sleman yaitu bagaimana Kabupaen Sleman tetap bisa menyediakan surplus beras 70.000 – 80.000 ton per tahun sehingga perlu pengawalan dari para gapoktan sehingga Kabupaten Sleman berkomitmen menggerakan petani milenial di semua wilayah’

Baca Juga: Panen Proyek Food Estate Masih Belum Maksimal

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti, hadir ke lahan jagung untuk panen jagung bersama dengan Kepala Dinas Pertanian, dan Kepala BPP beserta tim UPTD BP4 Wilayah VIII di Bulak Kenaran, Sumberharjo Prambanan.

Selanjutnya, rombongan juga melakukan kunjungan ke kandang kelompok ternak Ngudi Seserep. Kelompok ternak ini yang mengelola hewan ternak untuk mendukung produktivitas jagung di area tersebut.

Dengan adanya integrated farming ini, produksi jagung meningkat, dan limbah dari peternakan dapat dimanfaatkan, sekaligus memperbaiki kondisi tanah di pertanaman tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru