KONTAN.CO.ID - SIDOARJO. Cuaca ekstrem diperkirakan akan melanda wilayah Jawa Timur dalam 10 hari ke depan.
BMKG Juanda, Kabupaten Sidoarjo, mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang yang bisa memicu banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, mengatakan bahwa periode 1 hingga 10 Januari 2026 merupakan masa dengan risiko cuaca ekstrem yang cukup tinggi.
"Ini momentum yang harus diwaspadai bersama. Jawa Timur sudah masuk fase musim hujan sehingga peluang cuaca ekstrem meningkat," ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga: 7.964 Orang Masing Mengungsi di Aceh Timur, 8.858 Hektare Lahan Pertanian Rusak
Taufiq menjelaskan, cuaca ekstrem dipengaruhi oleh aktivitas monsun Asia dan gangguan gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO) atau gelombang cuaca besar yang melintas di Jawa Timur.
"Kondisi atmosfer saat ini mendukung pembentukan awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan bisa disertai petir dan angin kencang," jelasnya.
Selain itu, suhu permukaan laut di perairan sekitar Jawa Timur masih hangat dan atmosfer lokal cukup labil.
"Faktor laut yang hangat menjadi suplai energi tambahan bagi pertumbuhan awan hujan. Inilah yang perlu diwaspadai masyarakat," tambahnya.
Area Terdampak
BMKG menyebut hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur berpotensi terdampak. Sidoarjo menjadi salah satu wilayah yang perlu perhatian karena memiliki kerawanan genangan, banjir, dan angin kencang di kawasan permukiman padat.
"Sidoarjo termasuk wilayah yang sensitif terhadap genangan dan angin kencang sehingga kesiapsiagaan masyarakat sangat penting," ujarnya.
Waspada
Masyarakat juga diminta berhati-hati saat berkendara karena jalan berpotensi licin, jarak pandang bisa menurun, serta risiko pohon tumbang meningkat.
"Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, sebaiknya tunda aktivitas di luar ruangan dan prioritaskan keselamatan," imbaunya.
Dari hasil analisis angin pada ketinggian 3.000 feet, aliran angin dominan bergerak dari arah barat dengan kecepatan hingga 27 knot di wilayah Jawa Timur.
"Pola angin konvergen ini ikut memperkuat potensi terbentuknya hujan lebat dan cuaca ekstrem," ucap Taufiq.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Nataru di Bandara Juanda Diprediksi Terjadi pada Akhir Pekan 2026
Sumber: https://surabaya.kompas.com/read/2026/01/01/164223478/bmkg-peringatkan-cuaca-ekstrem-jawa-timur-10-hari-ke-depan.
Selanjutnya: Pemberian Insentif Otomotif Perlu Bertahap agar Penjualan Mobil Terdongkrak
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (2/1), Provinsi Ini Diguyur Hujan Amat Lebat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News