Nusantara

Cerita warga yang mendadak jadi miliarder setelah jual tanah ke Pertamina

Kamis, 18 Februari 2021 | 15:18 WIB Sumber: Kompas.com
Cerita warga yang mendadak jadi miliarder setelah jual tanah ke Pertamina

ILUSTRASI. pembelian mobil. KONTAN/Muradi/2016/06/13

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ratusan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendadak menjadi miliarder setelah menjual tanah mereka kepada PT Pertamina.

Mereka menjadi miliarder baru setelah mendapat pembebasan lahan proyek pembangunan kilang minyak new grass root refinery (NGRR) Pertamina.

Salah satu warga yang menjual tanahnya kepada PT Pertamina, Ali Sutrisno mengatakan, ia memiliki tanah seluas 2,2 hektare, tanahnya dibeli dengan harga Rp 685.000 per meter persegi.

Dari hasil penjualan tanah tersebut, Ali mengaku mendapat Rp 15,8 miliar. Uang itu ia gunakan membeli empat mobil dan tanah seluas 8000 persegi.

"Uangnya buat beli mobil dan tanah. Saya beli empat mobil, ada Toyota Innova, Xpander, L300 dan HRV," kata Ali, dikutip dari KompasTV, Rabu (17/2/2021).

Kata Ali, ia memutuskan untuk membeli empat mobil sekaligus karena ingin menikmati uang yang dimiliknya. "Masa dulu yang susah, sekarang uang banyak ya dinikmati," ujarnya dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (18/2).

Baca Juga: Pertamina selesaikan pembebasan lahan untuk proyek GRR Tuban

Setelah mendapatkan uang ganti rugi dari Pertamina, kata Ali, kehidupan warga di sana menjadi jauh lebih baik. Jika dulu banyak warga yang mempunyai banyak utang dan ekonominya kurang, kini sudah menjadi lebih baik.

Tak hanya itu, banyak juga warga yang menggunakan uangnya untuk renovasi rumah dan modal usaha.

Diceritakan Ali, awalnya warga setempat menolak untuk tanah mereka untuk dijual yang akan dialihfungsikan untuk kilang Pertamina. "Awalnya itu ada yang setuju, ada yang enggak. Demi kepentingan negara kita merelakan," ujarnya.

Kata Ali, proses negosiasi uang ganti rugi memakan waktu dua tahun. Awalnya, tanah-tanah milik warga didata oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), kemudian oleh BPN diberikan ke Pertamina.

Setelah itu baru turun harga tanah per meter perseginya. Kata Ali, harga awal dan akhir nominalnya tetap.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Sutrisno Dapat Rp 15,8 M Jual Tanah ke Pertamina, Borong 4 Mobil Sekaligus dan Beli Tanah",

 

Editor: Yudho Winarto


Terbaru