Digadang Food Estate Dongkrak Produksi, Panen Beras Kalteng Malah Melorot

Selasa, 18 Oktober 2022 | 00:50 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Digadang Food Estate Dongkrak Produksi, Panen Beras Kalteng Malah Melorot

ILUSTRASI. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Senin (17/10)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan produksi pangan khususnya beras dalam negeri tahun ini mengalami peningkatan.

Namun peningkatan produksi tidak terjadi di provinsi yang diharapkan menjadi andalan sentra produksi pangan dengan program food estate-nya sejak beberapa tahun lalu.

Pertama, di Kalimantan Tengah pemerintah menargetkan pembangunan food estate seluas 30.000 ha.

Hanya saja menurut catatan BPS luas panen di wilayah ini tidak menunjukkan adanya kenaikan.

Misalnya luas panen sepanjang Januari-September 2021 di Kalimantan Tengah mencapai 115.848 hektare (ha), ternyata realisasi pada periode yang sama tahun ini justru turun menjadi 88,064 ha.

Baca Juga: Jurus Pemerintah Hadapi Ancaman Resesi Global Tahun Depan

Adapun bulan Oktober Desember 2021 luas panen di wilayah ini mencapai 10,022 ha, dan tahun ini diharapkan pada periode yang sama akhir tahun bisa meningkat menjadi 21.693 ha.

Bahkan data BPS menunjukkan Kalimantan Tengah yang digadang-gadang menjadi sentra baru produksi pangan secara nasional belum menunjukkan kenaikan produksi beras maupun gabah. 

BPS mencatat tingkat produksi gabah kering gilong di wilayah ini baru mencapai 353.865 ton tahun ini. Angka ini bahkan lebih rendah atau turun sebesar 7,17% jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 381.190 ton dalam setahun.

Kedua adalah rencana proyek food estate di Sumatra Utara di lahan seluas 10.000 ha.

Baca Juga: Lumbung Pangan Beragam dan Bergizi

Menurut catatan BPS periode Januari-September 2022 luas panen padi di provinsi ini mencapai 334.863 ha atau meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 311981 ha.

Khusus tiga bulan ke depan BPS memperkirakan luas panen padi di Sumatra Utara bisa mencapai 88.659 ha atau naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu seluas 73.424 ha.

Ketiga adalah wilayah pengembangan food estate ada di Sumatra Selatan dengan lahan maksimal 15.00 ha.

Di provinsi ini BPS juga mencatat kenaikan luas panen. Jika tahun lalu sepanjang Januari - September luas panen mencapai 447.090 ha, periode yang sama tahun ini naik menjadi 458.795 ha.

Khusus proyeksi tiga bulan ke depan yakni Oktober -Desember BPS memperkirakan luas panen di Sumatra Selatan mencapai 57.464 ha atau naik dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yakni seluas 49.152 ha.

Catatan BPS, Pulau Sumatra memberikan kontribusi terhadap produksi beras secara nasional mencapai 20,88% dengan kontribusi terbesar terutama dari Provinsi Lampung.

Baca Juga: Progam Lumbung Ikan Nasional, Apa Kabar?
 
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Senin (17/10) menyebutkan, perkiraan BPS produksi gabah kering giling sepanjang tahun ini mencapai 55,67 juta ton atau meningkat 2,31% dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai sebesar 54,42 juta ton.

Jika dikonversi menjadi beras, BPS menghitung tingkat produksi beras tahun ini mencapai 32,07 juta ton atau naik 2,29% dibandingkan dengan 31,36 juta ton pada tahun lalu.

Adapun provinsi dengan produksi gabah terbesar tahun ini adalah Jawa Timur dengan jumlah produksi gabah sebanyak 9,68 juta ton tahun ini. Meskipun dari sisi persentase tahun ini sejatinya terjadi penurunan produksi gabah di Jawa Timur, sekitar 1,05% dari tahun lalu yang mencapai 9,79 juta ton.

Lumbung padi terbesar kedua secara nasional adalah Jawa Tengah dengan produksi gabah sebesar 9,58 juta ton pada tahun ini. 

Baca Juga: Hadapi Ancaman Resesi Global Tahun Depan, Ini yang Disiapkan Pemerintah

Senada dengan Jawa Timur produksi gabah di Jawa Tengah mengalami penurunan sebesar 0,4% dibandingkan dengan tahun lalu.

Provinsi dengan lumbung padi terbesar ketiga adalah Jawa Barat dengan total produksi gabah sebanyak 9,62 juta ton tahun ini.

Berbeda dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah produksi padi di Jawa Barat mengalami peningkatan yang cukup besar yakni sebesar 5,56% tahun ini.

Peringkat keempat sebagai sentra produksi padi tahun ini adalah Sulawesi Selatan dengan total produksi gabah sebesar 5,34 juta ton.

Angka ini meningkat sebesar 4,9% dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 5,09 juta ton.

Sementara Peringkat kelima adalah Sumatra Selatan dengan total produksi gabah sebesar 2,76 juta ton. Produksi gabah di provinsi ini mengalami kenaikan cukup tinggi yakni sebesar 8,11% dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 2,55 juta ton.

Adapun peringkat keenam produksi gabah secara nasional adalah provinsi Lampung, dengan total produksi tahun ini sebesar 2,66 juta ton. Produksi gabah di Lampung meningkat 7,08% dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 2,49 juta ton.

Sementara peringkat ketujuh adalah Sumatra Utara dengan produksi beras sebesar 2,13 juta ton atau naik 6,36% dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 2 juta ton.

Baca Juga: Pemerintah Terus Mendorong Pengembangan Lumbung Pangan di Berbagai Daerah

Provinsi dengan peringkat produksi padi delapan adalah Provinsi Banten yakni dengan total produksi sebesar 1,7 juta ton pada tahun ini. Peningkatan produksi padi di Banten cukup tinggi dibandingkan dengan provinsi lain yakni mencapai 10,8% dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 1,60 juta ton.

Peringkat kesembilan adalah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dengan produksi gabah sebanyak 1,53 juta ton. Produksi padi di Aceh ini mengalami penurunan sebesar 6,21% dibandingkan dengan tahun yang mencapai 1,63 juta ton.

Sedangkan provinsi Nusa Tenggara Barat, tercatat sebagai wilayah dengan peringkat produksi gabah terbesar ke sepuluh. Catatan BPS provinsi ini memiliki produksi gabah sebanyak 1,46 juta ton pada tahun ini atau meningkat 2,6% dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 1,4 juta ton. 

BPS juga menyampaikan luas panen padi pada 2022 diperkirakan sebesar 10,61 juta hektare (ha), mengalami peningkatan sebanyak 194,71 ribu ha atau 1,87% dibandingkan dengan luas panen padi di 2021 yang sebesar 10,41 juta ha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Syamsul Azhar

Terbaru