DJKA: Jalur Kereta Api Sulawesi Selatan Optimistis Dapat Dioprasikan Sesuai Jadwal

Jumat, 03 Juni 2022 | 14:47 WIB   Reporter: Lailatul Anisah
DJKA: Jalur Kereta Api Sulawesi Selatan Optimistis Dapat Dioprasikan Sesuai Jadwal

ILUSTRASI. Lokomotif melintasi jalur kereta api trans Sulawesi. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/aww/17.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komitmen Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dalam penyediaan infrastruktur jalan kereta api, kembali ditegaskan pada Kamis (02/06) melalui laporan pengerjaan jalur kereta api pertama di Pulau Sulawesi.

Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan Andi Amanna Gappa melaporkan saat ini proyeknya telah mencapai rata-rata di atas 84% untuk jalur di wilayah Kabupaten Maros dan 94% untuk wilayah Kabupaten Pangkep.

“Kami optimis penyelesaian pembangunan jalur kereta api ini masih sesuai jadwal dan optimis dioperasikan pada bulan Oktober 2022. Kami sampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi serta mendukung pembangunan jalur kereta api ini,” ungkap Gappa pada pernyataan tertulis, Jumat (3/6)

Baca Juga: Progres Capai 82,34%, LRT Jabodetabek Pasang 16 Gate Tapping Non-tunai di 18 Stasiun

Lebih lanjut Gappa menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya telah menyelesaikan pembangunan jalur untuk Segmen I sepanjang 16,1 KM, Segmen II sepanjang 26,1 KM, dan saat ini sedang dalam penyelesaian Segmen III sepanjang 67,1 KM dari Kabupaten Pangkep - Kabupaten Maros.

“Di samping pembangunan jalur mainline, juga dibangun siding track untuk akses menuju stasiun pelabuhan terpadu di Garongkong sepanjang 4,7 km dan siding track menuju Tonasa sepanjang 9,7 km oleh KPBU,” jelas Gappa.

Pembangunan siding track pada proyek ini dimaksudkan untuk menyediakan akses dari pusat-pusat produksi menuju pelabuhan guna mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan setempat. Sebab, kawasan Maros-Barru memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

Baca Juga: Tahap Awal KA Makassar-Parepare Siap Beroperasi

Pada Mei 2022 dilaporkan bahwa potensi semen yang dapat diangkut 6.000 - 10.000 ton/bulan dari Tonasa dan hampir 3,5 juta ton/tahun dari Bosowa menuju Pelabuhan Garongkong dengan menggunakan kereta api. Selain potensi angkutan semen, jalur kereta api ini juga diharapkan dapat memaksimalkan potensi pariwisata di kawasan Maros-Barru.

“Kawasan ini terkenal dengan wisata geopark, pantai, hingga kuliner yang sangat berpotensi menarik wisatawan jika terhubung dengan kereta api, kami berharap saat jalur ini dioperasikan pada Oktober 2022, dapat merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” urai Gappa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru