Peristiwa

Dongkrak Produktivitas Pertanian, Syngenta Bangun Basis Bisnis Petani Perempuan

Senin, 23 Februari 2026 | 19:56 WIB
Dongkrak Produktivitas Pertanian, Syngenta Bangun Basis Bisnis Petani Perempuan

ILUSTRASI. Syngenta Indonesia memperluas pendekatan bisnisnya di sektor pertanian (Syngenta/dok)


Reporter: Noverius Laoli  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Syngenta Indonesia memperluas pendekatan bisnisnya di sektor pertanian dengan membentuk komunitas Perempuan Tani Syngenta Raih Impian (PUTRI) Petani MAJU, yang diluncurkan pada 10 Februari 2026 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. 

Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat basis pelaku usaha tani perempuan sebagai bagian dari ekosistem produksi pertanian nasional.

Peluncuran komunitas tersebut dihadiri sekitar 450 petani perempuan, pemerintah daerah, manajemen Syngenta Indonesia, serta Presiden Syngenta Crop Protection, Steve Hawkins. 

Komunitas PUTRI Petani MAJU diposisikan sebagai wadah konsolidasi petani perempuan yang terlibat langsung dalam rantai nilai pertanian, mulai dari produksi hingga pengolahan hasil panen.

Baca Juga: Melahap Cuan dari Bisnis Parkir yang Tak Pernah Tidur

Dari sisi bisnis, pembentukan komunitas ini sejalan dengan kebutuhan industri pertanian terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani. 

Data 2025 menunjukkan jumlah petani perempuan di Indonesia mencapai sekitar 4,2 juta orang, dengan kontribusi signifikan di hampir seluruh tahapan produksi pertanian. Namun, sebagian besar masih menghadapi keterbatasan akses terhadap input produksi, teknologi, pembiayaan, pengetahuan, dan pasar.

Keterbatasan tersebut berdampak langsung pada produktivitas. Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan hasil panen dapat meningkat hingga 30% apabila petani perempuan memperoleh akses yang setara terhadap sumber daya dan teknologi pertanian. 

Peningkatan ini dinilai krusial bagi upaya memperkuat pasokan pangan nasional dan stabilitas sektor pertanian.

Selain persoalan akses, tantangan lain yang masih muncul adalah kesenjangan upah antara buruh tani perempuan dan laki-laki di sejumlah daerah. 

Baca Juga: Okupansi Hotel Fluktuatif, DFAM Tancap Gas Garap Bisnis Katering

Untuk jenis pekerjaan dan jam kerja yang sama, buruh tani perempuan kerap menerima upah lebih rendah, yang berpengaruh pada tingkat kesejahteraan dan keberlanjutan usaha tani mereka.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, menegaskan bahwa penguatan peran petani perempuan memiliki dampak langsung terhadap kinerja sektor pertanian. “Peningkatan kapasitas petani perempuan berpengaruh langsung pada produktivitas dan daya saing pertanian,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Senin (23/2/2026).

Pembentukan PUTRI Petani MAJU juga bertepatan dengan penetapan tahun 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan oleh FAO. 

Dalam konteks industri, momentum ini mencerminkan semakin besarnya perhatian global terhadap peran petani perempuan sebagai pelaku ekonomi penting dalam sistem pangan dan pertanian.

Baca Juga: Uniqlo Internasional Jadi Motor Utama, Fast Retailing Targetkan Pertumbuhan Bisnis

Melalui komunitas ini, Syngenta menempatkan petani perempuan sebagai bagian dari strategi penguatan usaha tani yang berkelanjutan, dengan harapan dapat mendorong produktivitas, efisiensi, serta ketahanan sektor pertanian nasional dalam jangka panjang.

Selanjutnya: Lowongan Kerja Yakult Indonesia Februari 2026, Cek Posisi dan Syarat Lengkapnya!

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 24 Februari 2026, Atur Ketenangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait


Terbaru