Fasilitas Belum Lengkap, Menteri KP Minta Pembenahan KNMP Pujiharjo Dipercepat

Rabu, 04 Maret 2026 | 17:28 WIB
Fasilitas Belum Lengkap, Menteri KP Minta Pembenahan KNMP Pujiharjo Dipercepat


Reporter: Noverius Laoli  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Rabu (4/3/2026).

Kunjungan ini menyoroti kesiapan fasilitas yang dinilai belum sepenuhnya layak beroperasi, meski sebagian sarana sudah berjalan.

Trenggono mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari evaluasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di sejumlah daerah. 

"Kita ingin memastikan kualitas dan fungsinya sesuai standar," ujar Trenggono seperti dikutip dari siaran pers.

Baca Juga: Menteri KP Sebut Progres Pembangunan Kampung Nelayan Mencapai 50%

Hasil evaluasi mencatat dua pekerjaan mendesak: penyediaan air bersih yang masih payau serta penanganan sedimentasi di area tambatan perahu. Trenggono meminta kontraktor segera melakukan perbaikan. “Ini harus diselesaikan,” tegasnya.

Sejumlah fasilitas telah beroperasi, seperti pabrik es dan cold storage. Namun, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) masih dalam tahap koordinasi untuk dibangun. “Belum 100 persen, tapi sudah bisa jalan. Kekurangannya harus segera dipenuhi,” tambah Trenggono.

Ia juga menegaskan pengelolaan kawasan akan dilakukan secara profesional oleh koperasi, dengan pendampingan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan koordinasi Kementerian Koperasi. 

Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan seribu Kampung Nelayan Merah Putih secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan dan jumlah kapal di tiap wilayah.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menyatakan progres fisik KNMP berdasarkan kontrak 2025 telah mencapai 100%. 

Baca Juga: Menteri UMKM Minta Maaf Usai Usulkan Pengrajin Lokal Produksi Barang KW

Namun, sejumlah catatan evaluasi menteri akan disempurnakan pada 2026, termasuk pembangunan SPBN, pengerukan sedimentasi, dan penguatan dinding (revetment) agar akses kapal lebih aman.

Masalah air payau juga akan diatasi melalui pengeboran sumber air tawar untuk mendukung pabrik es berkapasitas sekitar 2 ton per siklus. "Belum menutup seluruh kebutuhan, tapi cukup saat tidak musim ikan," katanya.

Victor menilai KNMP berpotensi mengungkit ekonomi nelayan setempat. Jumlah kapal di Pujiharjo melonjak dari sekitar 30 unit pada 2017 menjadi 300 unit saat ini. 

Baca Juga: Menteri PKP Minta Pengembang Konstruksi Melantai di Bursa

Wilayah ini juga menjadi sentra pendaratan ikan layur untuk ekspor, dengan volume sekitar 5.000 ton pada 2025 dan harga sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Sanusi, unsur TNI-Polri, serta jajaran OPD terkait.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru