Festival Situ 2022, Upaya Kampanyekan Situ Lewat Seni dan Diskusi

Senin, 28 November 2022 | 12:57 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Festival Situ 2022, Upaya Kampanyekan Situ Lewat Seni dan Diskusi

Yayasan Nastari menggelar Festival Situ di Situ Citongtut, Desa Cicadas, Kabupaten Bogor 2022 pada Minggu, 27 November 2022.


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Yayasan Nastari menggelar Festival Situ di Situ Citongtut, Desa Cicadas, Kabupaten Bogor 2022 pada Minggu, 27 November 2022. 

Festival ini diselenggarakan Nastari dengan dukungan Danone Indonesia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Wali Kota Bogor, ASOBSI, dan Human Initiative. 

Kegiatan ini dihadirkan sebagai kampanye kepada publik terkait pelestarian situ dan wadah apresiasi pejuang situ. 

Nevky Emiraj Saputra, Ketua Panitia menjelaskan situ memiliki peran penting, sebut saja Situ Citongtut yang mana 85% masyarakatnya bergantung dengan air tanah, jika situ tercemar maka secara tidak langsung akan mengancam akses air bersih masyarakat.

Baca Juga: Genjot Investasi Hijau, Pemerintah Luncurkan Panduan Investasi Lestari

“Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antar penggiat lingkungan, pemerintah daerah, akademisi, dan swasta. Pendekatan seni dan diskusi dirasa tepat dalam konteks kekinian untuk membawa pesan kepada generasi muda” ujar Nevky.

Agriculture and Economic Development Danone Indonesia Budi Raharjo menjelaskan alasan Danone ikut mengambil peran dalam pemberdayaan masyarakat Situ Citongtut.

“Proses pemberdayaan kami mengundang Nastari, IPB, GPS, dan pihak lainnya. Sudah sewajarnya kami ambil peran, karena kami tinggal di lingkungan yang sama dan punya tanggungjawab,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (28/11).

Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Air BBWS Ciliwung Cisadane Radia Zulfikar mengapresiasi bahwa masih ada anak muda yang memperhatikan dan membina lingkungan.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Program Bioetanol Tebu, Apa itu Bioetanol? Apa Kegunaannya?

“Situ Citongtut di Desa Cicadas merupakan bagian aliran sungai Ciliwung-Cisadane, fungsi situ untuk tangkapan air dan buffer zone. Kami ada untuk pengamanan dan pemeliharaan situ, dengan hadirnya anak muda dan masyarakat dalam usaha pelestarian kami sangat mengapresiasi” Ungkap Zulfikar.

Pakar pemodelan iklim sekaligus Wakil Dekan FMIPA IPB University Ahmad Faqih menjelaskan bahwa 3 tahun ke belakang adalah musim basah (la nina) yang artinya butuh penampung air agar tetap bisa terjaga fungsinya.

“Penggiat situ dengan bermacam kegiatannya sangat diperlukan untuk menjaga fungsi situ, mengingat situ adalah satu komponen penting dalam isu perubahan iklim (banjir dan kekeringan)” tambahnya.

Baca Juga: Tingkatkan Edukasi Masyarakat, MNR Hadirkan Ragam Inovasi di 4 Kebun Raya

Selama berlangsungnya festival situ juga diramaikan bazar produk ramah lingkungan, pameran instalasi seni dari plastik bekas, pementasan akustik dan monolog, dan gambar mural. 

Kegiatan Festival Situ 2022 juga memberikan anugerah pejuang situ sebagai apresiasi telah berperan aktif dalam menjaga situ, anugerah tersebut diberikan kepada Kompepar Situ Gede, Sikat Gunung Putri, dan Gerakan Pungut Sampah Citongtut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru