Peristiwa

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran

Kamis, 07 Januari 2021 | 12:05 WIB Sumber: Kompas.com
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran

ILUSTRASI. Titik api diam terlihat dari lereng Gunung Merapi Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020).

KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada hari ini, Kamis (7/1) sekitar 08.02 WIB. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyampaikan awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 28 milimeter dengan durasi tercatat 154 detik.

"Arahnya barat daya ke Kali Krasak. Tinggi kolom 200 meter," kata Hanik dalam keterangan tertulisnya, Kamis. Jarak luncur tidak teramati karena tertutup kabut.

Namun jika melihat durasinya, jarak luncur terhitung pendek. "Itu kemarin kan ada gundukan kecil, itu diperkirakan yang terjadi awan panas," ungkapnya.

Baca Juga: Gunung Merapi terpantau empat kali meluncurkan lava pijar

Hanik menuturkan sampai saat ini belum mendapat laporan adanya hujan abu akibat adanya guguran awan panas di Gunung Merapi. "Belum ada (laporan hujan abu), karena ini masih kecil ya. Kami belum mendapatkan laporan hujan abu," ucapnya.

Sampai saat ini BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Siaga (Level III). Radius bahaya berada 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. "Untuk masyarakat yang jelas kewaspadaan ditingkatkan karena ini sudah ada awan panas. Ikuti informasi dan arahan dari pemerintah daerah," pungkas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran.
Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief

Baca Juga: Khawatir Gunung Merapi meletus, warga di Klaten kembali ke pengungsian

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru