Hutama Karya Groundbreaking Proyek Masjid Negara IKN

Senin, 22 Januari 2024 | 19:03 WIB   Reporter: Vina Elvira
Hutama Karya Groundbreaking Proyek Masjid Negara IKN

Presiden Joko Widodo saat memulai pembangunan Gedung dan Kawasan Masjid Negara IKN .


IKN NUSANTARA - JAKARTA. PT Hutama Karya (Persero) secara resmi memulai pembangunan Gedung dan Kawasan Masjid Negara IKN dengan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (17/1).

Groundbreaking ini dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan pada Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa Hutama Karya menggarap proyek ini melalui kerja sama operasi (KSO) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk., (Adhi Karya) (KSO Adhi-HK).

Baca Juga: Inilah Proyek IKN yang Ditargetkan Selesai Dibangun pada 2024

Ia menambahkan, bersama mereka, pihaknya mengerjakan struktur, arsitektur, MEP (MechanicalElectrical and Plumbing), kawasan atau lansekap, bangunan penunjang, bangunan komersil serta jembatan.

“Sesuai dengan konsep green city yang diusung dalam pembangunan IKN, masjid ini akan dirancang sebagai green building sehingga dalam proses pengerjaannya menggunakan material ramah lingkungan serta minim waste material,” ujar Tjahjo, dalam keterangan resmi, Senin (22/1). 

Desain Gedung dan Kawasan Masjid Negara IKN

Proyek pembangunan Gedung dan Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 3.2 hektar dengan nilai kontrak sebesar Rp 940 Miliar ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024.

Lebih lanjut Tjahjo menyampaikan bahwa dalam proses pengerjaannya, tim lapangan akan menghadapi beberapa tantangan termasuk dalam tahap pengerjaan kubah masjid yang memiliki desain unik menyerupai sorban.

Baca Juga: Ikut Menggarap Proyek Jalan Tol IKN

Oleh karena itu, diperlukan teknik khusus untuk memastikan bahwa hasil dan kualitas bangunan sesuai dengan rancangan awal serta proyek dapat selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Menyikapi hal tersebut, tim telah menyiapkan strategi penanganan diantaranya rutin memonitor kualitas pekerjaan secara intensif dan periodik, penerapan teknologi Building Information Modelling (BIM) serta struktur pracetak agar pembangunan masjid selesai tepat waktu dan tepat mutu.” tutup Tjahjo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru