Jabodetabek

Ini 5 saran Risma untuk penanganan banjir DKI Jakarta

Jumat, 23 Oktober 2020 | 06:54 WIB Sumber: Kompas.com
Ini 5 saran Risma untuk penanganan banjir DKI Jakarta

ILUSTRASI. Ini 5 saran Risma untuk penanganan banjir DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta mulai bekerja dengan studi banding ke Surabaya untuk menanganai masalah banjir. Pansus mendapat masukan langsung dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk penanganan banjir Jakarta.

Ketua Panitia Khusus ( Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani mengatakan, Pansus memilih Surabaya karena memiliki kemiripan dengan Jakarta secara geografis. "Karena posisinya yang sama berada di tepi laut dan datarannya rendah, persis seperti Jakarta. Selain itu, kami memilih Surabaya karena 10 tahun yang lalu mereka mengalami banjir yang sangat parah," kata Zita saat dihubungi, Kamis (22/10/2020).

Namun setelah kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini, Surabaya dinilai berhasil mengatasi banjir sampai tinggal 2,3 persen.

Kepada Wali Kota Tri Rismaharini, Pansus banjir menanyakan tips agar DKI Jakarta juga bisa bebas banjir dan bisa menjadi masukan dalam menyusun rekomendasi. "Akhirnya beliau memberikan lima pesan kepada kami. Satu, (jalur) pedestrian atau jalan. Ketika membuat jalan, pastikan saluran di bawah jalan yang lebih utama, agar sistem drainasenya berjalan baik. DKI belum sinkron untuk itu, masih utamakan membangun jalan, saluranya tidak diperhatikan," kata dia.

Baca juga: 5 Cara mudah untuk membantu menurunkan berat badan

Cara lain yakni memperhatikan kapasitas catchment, sesuaikan dengan saluran yang menampung agar airnya bisa disimpan dan kemudian dialirkan secara alami. "Ketiga, air adalah anugerah dari Tuhan. Baik itu datangnya dari laut, lokal, ataupun kiriman. Pasti sulit. Makanya kita jangan hanya berdalih, kerja keras lebih baik," lanjut Zita.

Selanjutnya, harus ada kolaborasi antar dinas dan kesadaran warga. Ketika musim hujan, seluruh dinas harus dikerahkan, tidak hanya satu atau dua dinas saja. Begitu pun dengan warga, kampanye bahaya banjir dan dilakukan lebih awal, sehingga timbul keasadaran untuk ikut serta menjaga kelestarian.

Saran Risma selanjutnya adalah, sebelum air masuk kota, kurangi debitnya terlebih dahulu. Pastikan aliran sungai memadai. "Apresiasi sekali untuk masukannya. Intinya, keseriusan menangani banjir adalah kunci. Jika banyak dana dan rencana tanpa eksekusi, maka DKI akan tetap sama ceritanya setiap awal tahun, banjir. Jadi kami dari pansus belajar banyak dari Kota Surabaya," kata Zita.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini 5 Masukan Risma kepada Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta",
Penulis : Ryana Aryadita Umasugi
Editor : Egidius Patnistik

Selanjutnya: Industri porno Jepang mulai bangkit, ada taman bertingkat khusus dewasa, ini isinya

 

Editor: Adi Wikanto


Terbaru