Jawa Tengah

Ini kata Kemenkes efek vaksin ke Bupati Sleman positif corona pasca 7 hari vaksin

Jumat, 22 Januari 2021 | 14:44 WIB   Reporter: Titis Nurdiana
Ini kata Kemenkes efek vaksin ke Bupati Sleman positif corona pasca 7 hari vaksin

ILUSTRASI. Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atas Vaksinasi Siti Nadia Tarmizi angkat bicara efek vaksin atas Bupati Sleman yang positif corona pasca vaksin corona sinovac.

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara dengan memberikan penjelasan  atas status Bupati Sleman Sri Purnomo yang mengumumkan dirinya positif corona, Kamis 21 Januari 2021.

Pengumuman ini tepat 7 hari setelah Sri Purnomo mendapat vaksin corona Sinovac

Juru bicara vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan vaksin corona jusru memberikan perlindungan atas kondisi Bupati Sleman Sri Purnomo. Bupati Sleman yang biasa disebut SP ini positif corona tanpa gejala.

Baca Juga: Bupati Sleman positif corona setelah divaksin Covid-19 pekan lalu, ini kata Dinkes

“Bapak Bupati tidak menunjukkan sakit bergejala berat Kondisinya baik, walau positif tidak ada gejala dan bahkan diperiksa paru-paru tidak ada gangguan. Yang artinya, kita juga ketahui vaksin COVID yang diberikan memberikan perlindungan, sakitnya tidak berat,” ujar Siti Nadia, Jumat (22/1).

Menurutnya vaksin corona membutuhkan waktu 14-28 hari setelah penyuntikan kedua untuk membentuk antibodi. Sedangkan, Sri Purnomo baru menerima satu dosis vaksin corona Sinovac.

Baca Juga: Bupati Sleman Sri Purnomo positif corona, setelah 7 hari divaksin Sinovac, ingat 5 M

Dengan begitu efek vaksin kepada Bupati Sri Purnomo belum akan muncul sepekan setelah vaksinasi.

"Apalagi ini baru satu dosis penyuntikan sehingga belum cukup antibodi yang bisa melawan infeksi COVID-19," ujar dia

Vaksin corona kata Nadia tak membuat kebal dari paparan virus corona, tapi memberikan memberikan perlindungan agar efeknya tak berat ke tubuh. Makanya, ia meminta masyarakat mengambil pelajaran dari kasus positifnya Sri Purnomo.

 Masyarakat harus memahami bahwa antibodi baru akan terbentuk 3-4 pekan setelah penyuntikan vaksin kedua. Maka itu protokol kesehatan harus tetap dijalankan dengan disiplin yakni memakai masker,  menjaga jarak,  mencuci tangan pakai sabun, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Baca Juga: WHO bocorkan soal calon vaksin Covid-19 generasi baru

 

Editor: Titis Nurdiana
Terbaru