HOME

Ini penyebab kasus DBD di Gresik, Jawa Timur turun drastis

Senin, 16 Maret 2020 | 11:39 WIB Sumber: Kompas.com
Ini penyebab kasus DBD di Gresik, Jawa Timur turun drastis

ILUSTRASI. Sejumlah anak mendapat perawatan medis akibat terserang demam berdarah dengue (DBD) di RSUD TC Hillers, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (11/3/2020). Sampai dengan Rabu (11/3) malam, jumlah kasus DBD di Kabupaten Sikka bertambah sebanyak 18 kasus menja


KONTAN.CO.ID -  GRESIK. Jumlah kasus demam berdarah dengue ( DBD) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Januari-Maret 2020, turun jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019.

Dari catatan Dinkes Gresik, kasus DBD pada Januari 2019 sebanyak 120 kasus, Februari 59 kasus, dan Maret ada 44 kasus. Sepanjang 2019, terdapat dua penderita DBD yang meninggal dunia.

Baca Juga: Bertambah, ada 2.016 kasus DBD di Jatim, 20 orang meninggal

"Untuk tahun ini, di Januari itu hanya terdapat 7 kasus, kemudian Februari ada 9 kejadian, dan Maret hingga hari ini baru tercatat 5 orang. Dari laporan, juga belum ada korban meninggal dunia," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik dr Ummi Khoiroh kepada awak media di halaman gedung Pemkab Gresik, Senin (16/3/2020).

Ummi mengatakan, turunnya kasus DBD di Gresik, disebabkan pola hidup sehat yang sudah diterapkan dengan baik oleh masyarakat.

"Karena sejak Bulan September 2019, bupati sudah mengeluarkan surat edaran mengenai gerakan pola hidup sehat serta gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yang itu diminta segera ditindaklanjuti sebelum musim penghujan tiba," kata Ummi.

Baca Juga: Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin merajalela, kenali gejala penyakit mematikan ini

Gerakan PSN terbukti efektif dalam pencegahan penyebaran nyamuk aedes aegypti. Ditambah lagi kegiatan fogging yang sebelumnya melalui prosedur perizinan dinkes, kini langsung diarahkan melalui puskesmas setempat.

Editor: Noverius Laoli


Terbaru