KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi sumber daya manusia menjadi salah satu strategi jangka panjang yang mulai dijalankan pelaku agribisnis di wilayah operasionalnya.
Di tengah hamparan perkebunan sawit di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Wilmar Group membangun fasilitas pendidikan yang ditujukan untuk anak-anak karyawan dan masyarakat sekitar.
Sekolah yang dikelola Yayasan Bina Bangsa di bawah Wilmar Central Kalimantan Project ini berlokasi di area PT Karunia Kencana Permaisejati, Desa Kenyala. Fasilitas dan bangunan sekolah dirancang setara dengan sekolah unggulan di wilayah perkotaan, meski berada jauh dari pusat kota.
Koordinator Yayasan Bina Bangsa, Siti Wahyuni, mengatakan pengembangan pendidikan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menyiapkan tenaga kerja dan masyarakat yang lebih berkualitas di sekitar perkebunan.
Baca Juga: Begini Dampak Banjir dan Longsor di Sumatra Terhadap Kebun Sawit LSIP dan ANJT
"Akses pendidikan yang memadai berperan penting dalam menciptakan keberlanjutan ekonomi jangka Panjang," ujarnya dalam siaran pers Wilmar, Kamis (8/1/2025).
Saat ini, Yayasan Bina Bangsa mengelola 20 sekolah di Kalimantan Tengah, terdiri atas delapan taman kanak-kanak, enam sekolah dasar, tiga sekolah menengah pertama, dan tiga sekolah menengah atas.
Total siswa yang tercatat mencapai 6.004 anak dengan dukungan 289 tenaga pendidik. Sekolah-sekolah tersebut beroperasi di tiga wilayah perkebunan yang berbeda.
Selain melayani anak karyawan, sekolah Bina Bangsa juga membuka akses bagi masyarakat desa sekitar. Tercatat sebanyak 380 siswa berasal dari desa binaan di luar keluarga pekerja perusahaan. Skema pembiayaan sekolah dibuat terjangkau dengan biaya utama yang dibebankan kepada siswa berupa kebutuhan seragam.
Dari sisi kurikulum, sekolah ini tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga pengembangan keterampilan melalui pelajaran seni, musik, pertanian dasar, hingga teknologi informasi.
Baca Juga: Banjir Sumatra 2025? Ini Data Lengkap Luas Kebun Sawit Resmi BPS
Pendekatan tersebut dinilai membantu meningkatkan kapasitas dan daya saing siswa, yang tercermin dari sejumlah prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Atas capaian tersebut, beberapa sekolah Bina Bangsa ditetapkan sebagai sekolah penggerak dalam program Kementerian Pendidikan, yang bertujuan mempercepat peningkatan mutu sekolah.
Wahyuni menilai program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah berbasis komoditas.
Keberadaan fasilitas pendidikan di kawasan perkebunan dinilai turut mendukung stabilitas sosial dan ekonomi lokal, sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan usaha di sektor agribisnis.
Selanjutnya: Produksi Emas Bumi Resources Minerals (BRMS) Naik di 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya
Menarik Dibaca: Ternyata Ini Penyebab dan Faktor Risiko Serangan Jantung yang Penting Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News