KONTAN.CO.ID - JAKARTA. DKI Jakarta terus mempertegas perannya sebagai pusat utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Dukungan konektivitas yang tinggi serta kepadatan kawasan komersial menjadikan ibu kota sebagai barometer ekonomi Indonesia, sekaligus magnet bagi aktivitas bisnis dan perdagangan.
Kontribusi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tercatat lebih dari 16% dan pertumbuhannya masih berada di atas rata-rata nasional.
Meski status ibu kota administratif telah berpindah ke Ibu Kota Nusantara, Jakarta tetap menjadi pusat ekonomi dan perdagangan internasional.
Baca Juga: Integrasi Layanan Jadi Strategi Baru Pelaku Logistik Hadapi Persaingan
Kondisi ini ikut mendorong lonjakan aktivitas e-commerce lintas batas. Nilai pasar sektor ini diperkirakan menembus hingga US$120 miliar, ditopang oleh tingginya adopsi digital serta meningkatnya permintaan ekspor dan impor.
Sejalan dengan tren tersebut, sektor pengiriman internasional diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 5,99% sepanjang periode 2026–2031.
Kebutuhan terhadap layanan logistik yang cepat dan andal pun semakin meningkat, baik untuk pengiriman barang bernilai tinggi maupun distribusi lintas wilayah.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, mengatakan kebutuhan pengiriman kini semakin beragam.
“Banyak pelanggan saat ini melakukan pengiriman ke berbagai tujuan, mulai dari ekspor sampel dan barang jadi, impor barang bernilai tinggi, hingga pengiriman domestik ke kota-kota besar di Indonesia,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: Indonesia Naik ke Peringkat 3 Ekonomi Syariah Dunia, BI Optimistis Jadi Pusat Global
Menjawab kebutuhan tersebut, DHL Express Indonesia memperluas jaringan layanan dengan membuka service point baru di kawasan Jakarta Selatan. Lokasi ini dipilih karena berada di koridor bisnis yang dinamis dan dekat dengan berbagai pusat aktivitas ekonomi.
Fasilitas ini dirancang untuk mendukung pengiriman ekspor, impor, hingga domestik, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, layanan ini juga menyasar berbagai segmen pengguna, mulai dari penjual online, pekerja kreatif, hingga pelanggan korporasi yang membutuhkan akses logistik global.
Dengan kedekatan ke kawasan perkantoran dan komunitas bisnis, kehadiran service point ini diharapkan memperkuat ekosistem bisnis modern, termasuk mendukung ekspatriat dan pelaku usaha digital yang terus tumbuh di Jakarta Selatan.
Baca Juga: Prajogo Pangestu Kian Kokoh di Posisi Puncak Terkaya Indonesia di Awal Oktober 2025
Langkah ekspansi ini sekaligus menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi dan logistik nasional, seiring meningkatnya kebutuhan layanan pengiriman di era digital.
Sumber: https://www.tribunnews.com/metropolitan/7810754/jakarta-tetap-motor-ekonomi-distribusi-barang-jadi-penopang-umkm.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News