Bisnis

Jakarta perketat PSBB, banyak kafe dan restoran di Grand Indonesia tutup

Minggu, 20 September 2020 | 21:36 WIB   Reporter: Selvi Mayasari
Jakarta perketat PSBB, banyak kafe dan restoran di Grand Indonesia tutup

ILUSTRASI. Jakarta perketat PSBB, banyak kafe dan restoran di Grand Indonesia tutup

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pusat perbelanjaan Grand Indonesia kembali alami penurunan pengunjung sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di DKI Jakarta.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan kembali PSBB di Jakarta yang akan dimulai pada Senin (14/9). Pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan menetapkan batasan kapasitas paling banyak 50% pengunjung yang berada dalam lokasi yang bersamaan.

"Secara kasat mata sangat terlihat penurunannya. Seperti traffic GI ketika PSBB transisi kemarin rata-rata nya sempat mencapai 39%, namun saat ini ketika diberlakukan PSBB ketat kembali terjadi penurunan hanya sekitar 26%," ujar corporate Communications Grand Indonesia Annisa Hazarini kepada kontan.co.id, Minggu (20/9).

Meski Mal dibuka, restoran ataupun kafe yang berada di dalam mal tidak diperkenankan menyediakan layanan makan di tempat. Mereka boleh beroperasi dengan menyediakan layanan take away dan delivery.

Baca Juga: Dana PEN bisa dimanfaatkan untuk KPR, bagaimana prospek emiten konstruksi?

Annisa mengatakan, banyak restoran ataupun kafe yang menutup gerainya untuk makan di tempat (dine in) dan fokus melayani delivery dan take away. Menurutnya, cafe yang tutup ini karena mereka biasanya hanya melayani makan ditempat, sementara untuk take away dan delivery tidak banyak, jadi mereka memutuskan untuk tutup sementara.

"Restoran yang tutup sementara seperti misalnya ninety nine, publik markette, cafe milano, tesate, greyhound dan lain-lain," katanya.

Annisa mengaku, yang saat ini pihaknya lakukan ketika penerapan PSBB ketat yang pasti secara konsisten dan bahkan lebih ketat dalam penerapan protokol kesehatan di area mall. "Kemarin Bapak Gubernur sempat datang dan melakukan inspeksi ke area mall dan beliau mengatakan sejauh ini kami sudah bagus penerapan protokol kesehatannya," ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga terus membantu tenant terutama F&B dalam mempromosikan produk dan promo yang mereka lakukan untuk take away dan delivery. Tak hanya itu, pihaknya juga menyediakan pick-up point di beberapa titik di mall antara lain di lobi Rama dan Arjuna untuk memudahkan customer mengambil barang yang mereka beli pada tenant Grand Indonesia via online. Jadi mempertemukan antara pembeli dan penjual untuk serah terima barang.

 

Selanjutnya: PSBB Jakarta diperketat, operasional KA Bandara Soekarno-Hatta dikurangi

 

Editor: Noverius Laoli


Terbaru