Jokowi blusukan ke apotek di Bogor, namun stok oseltamivir dan favipiravir kosong

Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:49 WIB   Reporter: Siti Masitoh
Jokowi blusukan ke apotek di Bogor, namun stok oseltamivir dan favipiravir kosong

ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (Jokowi)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan blusukan ke saah satu apotek di Bogor untuk menanyakan ketersediaan obat Covid-19. Hal tersebut terlihat dalam video yang diunggah di youtube Sekretariat Presiden.

 “Saya mau cari obat antivirus yang oseltamivir,” kata Jokowi saat menanyakan apoteker di Apotek Villa Duta di kawasan Bogor, Jumat (23/7).

Sayangnya apoterker tersebut mengatakan ketersediaan oseltamivir sudah habis. Kemudian  Jokowi menanyakan kembali dimana dirinya harus membeli obat tersebut. Apoteker itu menjawab bahwa ketersediaan obat tersebut sudah lama tidak ada dikarenakan tidak menerima pasokan Oseltamivir.

“Terakhir, stok Oseltamivir yang sempat tersisa adalah merek Drufir, itu patennya. Tapi ya sekarang sudah kosong. Obat favipiravir kita juga gak punya,” kata apoteker tersebut.

Kemudian Jokowi lanjut menanyakan ketersediaan obat vitamin D3. Apoteker tersebut menjawab kalau vitamin D3 yang 1000IU, sedangkan D3 5000IU sudah habis. Kepada Jokowi, apoteker menyampaikan bahwa mereka sudah memesan lagi produk vitamin tersebut, namun tidak dapat.

Baca Juga: Inilah jamu tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari Covid-19

Setelah melakukan sidak, Jokowi kemudian menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan melaporkan hasil sidaknya karena ketersediaan beberapa obat Covid-19 tersebut kosong. Ia mengatakan jika ketersediaan multivitamin yang mengandung Zinc Zinc, apotek hanya memiliki merek Megavite, sedangkan  Becom-Zet sudah lama kosong. Oseltamivir, Favipiravir, dan antibiotik Azitromisin juga kosong.

“Stok udah ga ada semingguan lebih, vitamin D3 yang 5000IU juga tidak ada. Ini saya yang dapat hanya multivitamin yang mengandung zinc, hanya itu. Jadi obat lain yang antivirus dan antibiotik gak ada semuanya,” kata Jokowi kepada Budi.

Kemudian Budi menjawab, bahwa dirinya memiliki catatan ketersediaan obat yang bisa dilihat dari penjualan online, seperti avipiravir di Apotek Kimia Farma Tajur Baru ada 4.900,  stok di Kimia Farma Juanda 30 ada stok Favipiravir sebanyak 4.300, Kimia Farma Semplak, Bogor, ada 4.200.

“Jadi nanti saya double check ya dan kirim ke ajudan pak, itu ada data online yang ada di rumah sakit, dan itu bisa dilihat by kota sebaga macam berikut apoteknya, Kimia Farma Century, Guardian, K24, disini bisa online dan bisa dibaca semua rakyat pak,” ujar Budi.

Lanjut Jokiwi bertanya,” Disitu semua ada atau tidak? Saya kesana saja”

“Boleh pak, silahkan,” tutup Budi. 

Selanjutnya: Stok obat antivirus tidak ada di Apotek, Jokowi telepon Menkes Budi Gunadi

 

Editor: Handoyo .
Terbaru