Kemenparekraf Gelar Pelatihan bagi Pelaku Pariwisata Kawasan Bromo-Tengger-Semeru

Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:38 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Kemenparekraf Gelar Pelatihan bagi Pelaku Pariwisata Kawasan Bromo-Tengger-Semeru

ILUSTRASI. Kemenparekraf Pelatihan Pengembangan Inovasi Produk dan Kapasitas Parekraf dalam Sadar Wisata


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai bagian upaya peningkatan kompetensi dan kapasitas pelaku pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Pelatihan Pengembangan Inovasi Produk dan Kapasitas Parekraf, kali ini ditujukan bagi para pelaku pariwisata di kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS), Jawa Timur yang berlangsung 11-17 Oktober 2022.

Pelatihan bagi para pelaku pariwisata merupakan tahapan kedua rangkaian kegiatan Kampanye Sadar Wisata 5.0. Pelatihan yang melibatkan para pelaku pariwisata dari desa wisata ini dimaksudkan untuk mendukung peningkatan dan penyiapan Sumber Daya Menusia (SDM) andal dan profesional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, yang kerap disampaikan Menparekraf/Kabaparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno dalam berbagai kesempatan.

Sandiaga berharap, melalui pelatihan bagi pelaku pariwisata ini, baik kampung atau desa wisata mampu terus berbenah diri meningkatkan keterampilan dan kapasitasnya.

“Sehingga menjadi desa wisata mandiri, memiliki daya saing, serta menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian di sektor parekraf,” tuturnya.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Tergetkan 50 Ribu Pengunjung ke Sail Tidore

Kualitas dan kompetensi SDM pariwisata memiliki andil strategis dalam pembangungan dan pengembangan pariwisata, termasuk di desa wisata. Seperti ditekankan oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Martini Mohamad Paham pada kesempatan membuka rangkaian pelatihan serupa di Lombok, Selasa (11/10). 

“Dalam pengelolaan desa wisata menuju desa wisata mandiri diperlukan SDM unggul,” tutur wamita yang akrab dipanggil Diah ini.

Mensinergikan desa wisata dengan pariwisata, lanjut Diah, dapat dilakukan dengan pendekatan 3C (commitment, competence, champion). Yakni membangun komitmen pemerintah daerah, didukung adanya kompetensi masyarakat untuk mengembangkan desanya sebagai desa wisata.

“Kemudian champion yaitu dengan menciptakan agen perubahan melalui masyarakat unggul yang berkontribusi bagi perekonomian,” ujar Diah.

Sementara, saat membuka pelatihan bagi pelaku pariwisata di Kawasan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Bromo-Tengger Semeru, yang diselenggarakan di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf Florida Pardosi mengharapkan kontribusi aktif dari 135 peserta yang merupakan perwakilan dari 9 desa wisata.

Ia mengajak setiap individu memanfaatkan dengan baik kesempatan mendapatkan ilmu dan praktik langsung bidang kepariwisataan yang seluruhnya dirangkum dalam 17 modul, sehingga setara dengan program D2.

“Kita berharap SDM di desa wisata dapat terus berbenah diri, meningkatkan keterampilan dan kapasitasnya, sehingga dapat beradaptasi dengan kebutuhan tren yang ada saat ini,” kata Florida dalam keterangannya, Selasa (11/10).

Baca Juga: Kemenparekraf Gandeng WIPO Tingkatkan Daya Saing dan Branding Produk Parekraf

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Purwoto menggarisbawahi pentingnya peran aktif warga desa wisata selaku penggerak pariwisata di kawasan masing-masing. Bersama dengan komunitas pariwisata setempat, pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kualitas SDM pariwisata.

Purwoto juga mengapresiasi komunitas penggerak pariwisata di Kabupaten Malang yang berinisiatif secara mandiri menggalang kolaborasi dan silaturahmi guna berbagi pengetahuan antar desa wisata.

“Ben lek maju, maju bareng (supaya kalau maju, maka maju bersama). Semoga ini membawa inspirasi bagi semua,” ungkapnya.

Khoirul Anam (49), peserta pelatihan dari Desa Wisata Poncokusumo yang juga merupakan salah satu penggerak komunitas pariwisata, selama ini dikenal telah lama bergiat melakukan “Dakwah Wisata” karena didasari keinginan berbagi pengetahuan dan pengalaman supaya dapat menjadi praktik baik bagi pengembangan desa wisata di wilayahnya.

“Untuk pelatihan ini, kami banyak melibatkan anak-anak muda agar lebih tahu tentang pariwisata dan mendapatkan sentuhan dari para narasumber melalui modul-modul pelatihan, agar nanti dapat diimplementasikan di desa,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan pelatihan secara keseluruhan menjadi bagian dari Program Kampanye Sadar Wisata 5.0 yang tengah digalakkan Kemenparekraf pada tahun 2022-2023 dengan dukungan dari Bank Dunia yang dilaksanakan di 155 Desa Wisata di 6 Destinasi Pariwisata Prioritas, mulai dari Danau Toba, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Bromo-Tengger-Semeru, Lombok, Wakatobi dan Labuan Bajo.

Baca Juga: Kemenparekraf Ajak Wujudkan Pariwisata Berkualitas di Kawasan Danau Toba

Peserta pelatihan akan mendapatkan 3 paket materi yakni paket A, B, dan C. Paket A meliputi Sustainable Tourism dan Produk Wisata (Exploring, Packaging, Presentation), sedangkan Paket B terkait Paket Wisata, Homestay, Kuliner, dan Cendera Mata. Adapun Paket C merupakan materi tentang kewirausahaan, meliputi Perencanaan Bisnis dan Digitalisasi Keuangan, Marketing, dan SDM.

Setelah pelatihan, nantinya peserta akan mendapatkan pendampingan untuk mempresentasikan project pengembangan pariwisata desa masing-masing. Pada penghujung program, nantinya Kemenparekraf akan memberi apresiasi bagi pelaku pariwisata dengan program pengembangan desa wisata terbaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru