Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Kemprin targetkan Kawasan Industri Kendal bisa serap 3.000 tenaga kerja di tahun ini

Kamis, 10 Januari 2019 / 14:42 WIB

Kemprin targetkan Kawasan Industri Kendal bisa serap 3.000 tenaga kerja di tahun ini
ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - SEMARANG. Kementerian Perindustrian (Kemprin) menargetkan Kawasan Industri Kendal bisa menyerap 3.000 tenaga kerja di tahun ini. Pasalnya sepanjang 2018, kawasan tersebut telah menyerap sekitar 2000 tenaga kerja dengan 48 industri yang segera masuk.

"Jadi saya harapkan naik dua kali lipat menjadi 5000 tenaga kerja," ungkap Airlangga Hartato, Menteri Perindustrian saat memberi sambutan di Politeknik Furniture Kawasan Industri Kendal, Kamis (10/1).


Selain itu, Kemenperin menargetkan pengembangan tiga kawasan industri baru dan pembangunan 10 Politeknik di Kawasan Industri, salah satunya adalah Kawasan Industri Kendal. "Sehingga akhir tahun 2019 akan tercapai sebanyak 16 kawasan industri baru," ungkap Airlangga Hartato.

Airlangga memaparkan pembangunan kawasan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri di dalam suatu lokasi, membuka lapangan kerja baru serta memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Sehingga nantinya juga dapat meningkatkan daya tarik investasi.

Produk furnitur memiliki potensi pasar yang besar. Kinerja ekspor produk ini tercatat cukup positif. Airlangga merinci periode Januari-Oktober 2018, neraca perdagangan produk furniture mencatatkan surplus sebesar US$ 99,1 juta, dengan nilai ekspor mencapai US$ 1,4 miliar, mengalami kenaikan 4,83% dari periode yang sama di tahun 2017.

"Meskipun tumbuh positif, kinerja ekspor furnitur masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi bahan baku yang dimiliki," tambah dia. Mengingat, Indonesia merupakan salah satu dari 10 Negara yang memiliki hutan terluas di dunia dengan lebih kurang 46,46% wilayah Indonesia merupakan kawasan perhutanan.

Untuk itu, Pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi industri furnitur nasional melalui beberapa kebijakan, antara lain melalui program bimbingan teknis produksi, fasilitasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), promosi dan pengembangan akses pasar, serta mempersiapkan SDM industri furnitur yang kompeten.


Reporter: Benedicta Prima
Editor: Yoyok
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0516 || diagnostic_web = 0.3791

Close [X]
×