kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Kereta semicepat Jakarta-Surabaya rampung 2019


Jumat, 11 November 2016 / 23:51 WIB
Kereta semicepat Jakarta-Surabaya rampung 2019

Sumber: Antara | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan proyek kereta semicepat Jakarta-Surabaya yang dimulai 2017 ditargetkan sudah beroperasi 2019.

"Diharapkan akan mulai tahun depan, selesai akhir 2019, karena sudah ada, tinggal penguatan saja," kata Luhut di Jakarta, Jumat petang.


Menurut mantan Menko Polhukam itu, proyek kereta berkecepatan 165 km/jam dengan jarak tempuh sekitar enam jam itu akan dimulai dengan studi kelayakan (feasibility study) oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Jepang.

Studi kelayakan rencananya dimulai pada 2017 dengan pembiayaan dari pemerintah Indonesia. Diharapkan studi kelayakan selesai dalam enam bulan. "(Nilai investasi studi kelayakan) saya belum tahu," ujarnya.

Kata Luhut, pemerintah masih mengkaji skema pembiayaan proyek yang ditawarkan kepada Jepang. "Pak Bambang (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas) memberikan alternatif, apakah 'B to B' (business to business) atau 'G to G' (government to government). Bambang sedang kaji, nanti 25 November akan kami putuskan. Minggu kedua Desember kami bertemu pihak Jepang untuk selesaikan masalah itu," paparnya.

Luhut meyakini proyek kereta semicepat Jakarta-Surabaya akan berdampak luas terutama bagi roda perekonomian sekitar lokasi proyek. Dia menyebut proyek tersebut dipastikan akan dapat menyerap banyak tenaga kerja yang akan membantu pembangunan lintasan bawah rel agar tidak membahayakan laju kereta.

"Karena akan membuat hampir 900 'underpass', tentu akan menciptakan lapangan kerja hingga ratusan ribu," katanya.

Terpisah, Bambang menuturkan, pemerintah masih mengkaji skema pembiayaan proyek kereta semicepat Jakarta-Surabaya. "Masih dibicarakan apakah skemanya pinjaman biasa, proyek pemerintah, atau ada keterlibatan swasta. Akan diputuskan secepatnya," ucapnya. (Ade Irma Junida)




TERBARU

[X]
×