Ketinggian air Katulampa, detektor banjir berumur lebih satu abad

Minggu, 28 November 2021 | 14:57 WIB Sumber: Wikipedia,Kompas.com
Ketinggian air Katulampa, detektor banjir berumur lebih satu abad

ILUSTRASI. Warga mengabadikan kondisi air di Bendung Katulampa yang mencapai ketinggian 170cm atau siaga 2 banjir, Bogor, Rabu (01/01). Hujan yang terus mengguyur mengakibatkan banjir di kawasan Jabodetabek. KONTAN/Baihaki/01/01/2020 ?


KONTAN.CO.ID - BOGOR. Ketinggian air Bendung Katulampa di Bogor menjadi semacam alat deteksi dini banjir di Jakarta dan sekitarnya. Namun, hanya sedikit orang yang tahu bahwa Bendung Katulampa bukanlah bendungan biasa.

Selalu menjadi incaran keingintahuan warga Jabodetabek saat musim hujan tiba, usia Bendung Katulampa lebih tua dari usia Negara Indonesia. Seperti banyak bangunan irigasi di Indonesia, Bendung Katulampa merupakan peninggalan pemerintah kolonial Belanda.

Dikutip dari Wikipedia, pembangunan Bendung Katulampa selesai pada Oktober 1911. Tepatnya, bendungan yang terletak di selatan Kota Bogor ini resmi dibuka pada 11 Oktober 1912. Total biaya pembangunan Bendung Katulampa adalah 80.000 gulden.

Baca Juga: Banjir Bandang melanda sebagian wilayah Kabupaten Garut, Jawa barat, Sabtu (27/11)

Karya Ir. Hendrik van Breen, panjang tembok bendung Katulampa adalah 74 meter, berisi 5 inlaatsluis (pintu untuk mengalirkan arus ke bawah) dan 3 spuisluis (pintu untuk mengumpulkan air, jika volume air berlebihan dan mengancam dasar). Setiap pintu lebarnya 4 meter.

Meskipun Bendung Katulampa mulai beroperasi pada tahun 1912, pembangunannya dimulai pada tahun 1889, sejak banjir besar melanda Jakarta pada tahun 1872. Banjir saat itu dikabarkan menyebabkan kawasan elit Harmoni terendam oleh luapan air dari Sungai Ciliwung.

Disebutkan, selain sebagai pengendali banjir, bendungan ini juga berfungsi sebagai sistem irigasi. Berkat bendungan ini sebanyak 10.000 bouw sawah (orang Jawa menyebutnya bau, 1 bouw setara dengan 0,7 hektar) dapat diairi melalui Oosterslokkan (Kali Baru).

Baca Juga: Empat kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung terdampak banjir

Betapa pentingnya Bendungan Katulampa bisa dilihat dari siapa yang meresmikannya. Tak tanggung-tanggung, Gubernur Jenderal Alexander Willem Frederik Idenburg meresmikan Bendungan Katulampa didampingi pejabat di Batavia, Bogor, dan sekitarnya, saat itu.

Peresmian bendungan dimeriahkan dengan gamelan dan tarian, serta upacara selamatan dengan kepala kerbau.

"Bendungan permanen ini perlu dibangun, sekarang Weltevreden (Menteng) bisa rutin menerima air limbah dan kemungkinan banjir besar di Batavia hampir tidak ada," kata pidato Alexander Willem Frederik Idenburg, dikutip Bataviaasch, edisi 12 Oktober 1912.

Baca Juga: Banjir lebih dari satu meter melanda lima kecamatan di Pati, Jawa Tengah

Meskipun menurut literatur saat itu, Bendungan Katulama memiliki fungsi pengendalian banjir, namun pada kenyataannya tidak lagi demikian.

Kepada Kompas.com (2013), Andi Sudirman, penjaga Bendungan Katulampa, mengatakan banyak orang yang salah memahami fungsi Bendungan Katulampa. Mereka menganggap Bendungan Katulampa berfungsi sebagai pengendali banjir dengan menahan air dari Sungai Ciliwung.

“Bendungan Katulampa hanya berfungsi untuk pemantauan ketinggian air untuk peringatan banjir dan distribusi irigasi, bukan untuk fungsi pengendalian banjir seperti bendungan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hasbi Maulana

Terbaru