HOME

Kurangi interaksi publik, Pemkot Tangsel gandeng GoSend urus dokumen kependudukan

Sabtu, 03 Oktober 2020 | 14:30 WIB   Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Kurangi interaksi publik, Pemkot Tangsel gandeng GoSend urus dokumen kependudukan

Pengemudi ojek daring melakukan pengurusan SIANDUK di Kantor Disdukcapil Tangerang Selatan, Jumat (2/10/2020).

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan GoSend dari Gojek dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) untuk pengurusan dokumen kependudukan. Selain memudahkan, terobosan dilakukan dalam rangka mengurangi interaksi di ruang publik pada masa pandemi.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengapresiasi kerjasama dengan Gojek agar kegiatan layanan publik tetap berjalan. Sekaligus dalam rangka memitigasi penyebaran Covid-19 karena bisa mengurangi interaksi di ruang publik.

”Saya mengapresiasi kerjasama ini untuk membantu memudahkan masyarakat Tangsel untuk bisa mengurus dokumen kependudukan. Seperti yang kita ketahui Tangsel saat ini merupakan zona merah, oleh karena itu pergerakan orang kami batasi,” ungkapnya, Jumat (2/10).

Saat ini hanya 25% pegawai Pemkot Tangsel yang bekerja. Sisanya Work From Home (WFH). ”Biasanya kami layani 2.000 dokumen sekarang hanya 30 dokumen per hari. Jadi kami sangat-sangat terbantu dengan kerjasama ini,” terusnya.

Baca Juga: Mesin ADM bisa cetak e-KTP dalam hitungan menit, begini cara kerjanya

Terlebih, lanjut Airin, digitalisasi perlu dilakukan dalam pelayanan publik. Inovasi menggandeng ojol untuk mengambil dokumen, mengantar dokumen, dan mengembalikan dokumen kepada warga dinilai baik.

”Kami berpartisasi dalam proses pengiriman dokumen ke Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) dan dari Dukcapil ini karena memang saat pandemi ini layanan kami dibutuhkan. Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Tangsel yang telah memberikan kepercayaannya kepada mitra kami untuk dapat membantu pengurusan dokumen-dokumen penting seperti KTP dan perpindahan kependudukan di Tangsel,” ujar Regional Operation Head Gojek Bodetabek, Dani Oktobianto, pada kesempatan sama.

Dengan tatanan kehidupan baru, didasari pergerakan warga juga harus dibatasi terutama yang berkaitan dengan pengurusan dokumen. Namun, ia bilang pihaknya juga mengikuti kebutuhan masyarakat yang tetap ingin mengurus dokumen.

Dalam kerjasama ini, GoSend bisa menjadi alternatif baru untuk pengiriman dokumen sehingga masyarakat dapat menghindari kontak fisik dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

”Mitra driver kami juga sudah menjalankan protokol Covid-19 kami yang kami namakan J3K yakni Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan, dan Jaga Keamanan,” tegasnya.

Secara teknis, proses pengantaran  maupun pengambilan  dokumen di Kantor Dinas Dukcapil Tangsel dilakukan melalui fasilitas drive thru sehingga meminimalisir kontak langsung dan mempersingkat waktu layanan.

Dengan konsep drive thru ini, diharapkan para mitra Gojek dapat mengantarkan 1.000 dokumen per hari. Dari peluncuran, warga Tangsel dapat menikmati harga spesial layanan GoSend selama periode satu bulan.

Baca Juga: Mudah banget! Ini cara kerja ADM, mesin seperti ATM yang bisa cetak e-KTP

Kemitraan strategis dan layanan bersama Pemkot Tangsel dan Gojek itu diluncurkan secara resmi oleh Walikota Tangsel, Kepala Dinas Dukcapil Kota Tangsel , Drs. H. Dedi Budiawan, MM bersama Regional Operation Head Gojek Bodetabek, Dani Oktobianto dan Regional Government Relations Head Gojek Central and West Java, Rully Rinaldi, di Kantor Pemkot Tangsel, Jumat (02/10).

Selanjutnya: Menanti Digitalisasi Layanan Publik

 

Editor: Herlina Kartika Dewi


Terbaru