KONTAN.CO.ID - Sosok Martha Tilaar dikabarkan tutup usia di umur 89 tahun. Kabar tersebut muncul dari unggahan cerita dari akun Instagram Martha Tilaar Group @martha_tilaar.
Martha Tilaar dikenal sebagai pendiri Martha Tilaar Group, kelompok usaha yang bergerak di industri kecantikan, kosmetik, pendidikan kecantikan, hingga layanan spa. Ia merintis bisnisnya pada 1970 melalui sebuah salon kecil di garasi rumah orang tuanya di Menteng, Jakarta Pusat.
Dari usaha sederhana tersebut, Martha mengembangkan bisnis kecantikan yang menggabungkan pengetahuan modern dengan tradisi perawatan berbasis tanaman herbal Indonesia. Perjalanan bisnisnya kemudian melahirkan PT Martina Berto Tbk (MBTO), perusahaan kosmetik yang dikenal melalui merek Sariayu.
Berdasarkan riwayat yang dipublikasikan di situs resmi Martha Tilaar Group, perkembangan perusahaan berlangsung selama beberapa dekade, dari usaha salon hingga kelompok bisnis dengan berbagai lini usaha.
Baca Juga: Martha Tilaar, Pelopor Industri Kecantikan Indonesia Meninggal Dunia
Profil Martha Tilaar
Dengan nama DR. (H.C.) Martha Tilaar memulai perjalanan bisnisnya pada 1970. Ia dikenal melalui kiprahnya dalam mengembangkan industri kecantikan Indonesia dengan memanfaatkan bahan alami dan inspirasi budaya Nusantara.
Martha membangun usahanya secara bertahap. Ia tidak hanya mengembangkan salon dan produk kosmetik, tetapi juga memperluas bisnis ke bidang pendidikan kecantikan, produksi kosmetik, distribusi, serta layanan spa.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Martha Tilaar Group. Melalui berbagai lini usaha, Martha berupaya mengembangkan kecantikan Indonesia sebagai industri yang memiliki identitas lokal sekaligus mampu bersaing di pasar modern.
Baca Juga: Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat
Awal Karier Martha Tilaar pada 1970
Perjalanan Martha Tilaar Group bermula pada 1970 ketika Martha membuka salon kecantikan di garasi rumah orang tuanya, Yakob Handana, yang beralamat di Jalan Kusuma Atmaja Nomor 47, Menteng, Jakarta Pusat.
Usaha tersebut menjadi fondasi bagi bisnis yang kemudian berkembang menjadi Martha Tilaar Group. Pada tahap awal, bisnisnya berfokus pada layanan kecantikan sebelum berkembang ke pengolahan produk kosmetik dan perawatan tubuh.
Pada 1972, Martha membuka salon keduanya bernama Martha Griya Salon di Menteng. Di salon inilah perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal mulai dikembangkan sebagai bagian dari bisnisnya.
Pengembangan tersebut memperlihatkan arah bisnis Martha yang menggabungkan layanan kecantikan dengan pemanfaatan bahan alami Indonesia.
Baca Juga: Dari Kain Lama hingga Sisik Ikan, Wajah Baru Sustainable Fashion di JF3 2026
Mendirikan PT Martina Berto dan Meluncurkan Sariayu
Pada 1977, Martha Tilaar mendirikan PT Martina Berto bersama dua mitra usaha, yakni Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady.
Pada tahun yang sama, PT Martina Berto meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan dan jamu modern. Pengembangan merek tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan bisnis Martha karena membawa konsep kecantikan berbasis tradisi Indonesia ke pasar kosmetik modern.
Sariayu kemudian menjadi merek yang lekat dengan Martha Tilaar Group. Produk-produknya mengangkat inspirasi bahan alami dan kekayaan budaya Indonesia dalam pengembangan kosmetik.
Bisnis perusahaan selanjutnya berkembang dari produksi berskala rumahan menjadi kegiatan manufaktur yang lebih besar.
Perkembangan Bisnis Martha Tilaar Group
Berikut sejumlah tonggak penting perjalanan Martha Tilaar Group berdasarkan kronologi resmi perusahaan.
| Tahun | Perkembangan bisnis |
|---|---|
| 1970 | Martha Tilaar memulai usaha salon kecantikan di garasi rumah orang tuanya di Menteng. |
| 1972 | Martha Griya Salon dibuka dan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal mulai dikembangkan. |
| 1977 | PT Martina Berto didirikan bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady. Sariayu diluncurkan. |
| 1981 | PT Martina Berto mendirikan pabrik di kawasan industri Pulogadung. |
| 1983 | Perusahaan mengembangkan pabrik kedua dan mendirikan PT SAI Indonesia untuk mendukung distribusi produk kosmetik. |
| 1988–1990 | Berbagai merek baru dikembangkan, termasuk Cempaka, Jamu Martina, Pesona, Biokos, Caring Colours, dan Belia. |
| 1993–1995 | PT Martina Berto melakukan akuisisi sejumlah perusahaan terkait bisnis kosmetik. |
| 1996 | PT Martina Berto memperoleh sertifikat mutu ISO 9001. |
| 1999 | Martha Tilaar Group mengambil alih saham PT Martina Berto yang sebelumnya sebagian dimiliki Kalbe Group sehingga perusahaan sepenuhnya berada di bawah manajemen Martha Tilaar Group. |
| 2000 | PT Martina Berto memperoleh sertifikat ISO 14001. |
| 2001–2009 | Perusahaan memperluas portofolio melalui merek seperti PAC, Dewi Sri Spa, dan Jamu Garden. |
| 2010 | Martha Tilaar Group memasuki usia 40 tahun. |
| 2011 | PT Martina Berto menjadi perusahaan terbuka dengan nama PT Martina Berto Tbk. |
| 2012–2016 | Perusahaan menerima sejumlah penghargaan di bidang teknologi, kepemimpinan lingkungan, inovasi, dan keberlanjutan. |
Baca Juga: Riset HILL ASEAN: Usia 40+ Tetap Ingin Berkembang hingga Makin Terbuka
Martha Tilaar dan Perjalanan Saham MBTO
Salah satu bagian penting dari perjalanan bisnis Martha Tilaar adalah pengembangan PT Martina Berto, perusahaan yang menjadi bagian dari Martha Tilaar Group dan bergerak di bidang produksi, pemasaran, serta penelitian dan pengembangan merek kosmetik.
Pada 2011, PT Martina Berto resmi menjadi perusahaan terbuka dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham MBTO.
Pencatatan saham tersebut menandai perubahan penting dalam perjalanan perusahaan, dari bisnis yang dirintis melalui usaha salon menjadi perusahaan yang dapat diakses investor melalui pasar modal.
Menurut profil bisnis resmi PT Martina Berto, perjalanan perusahaan mencakup pengembangan merek, pembangunan fasilitas produksi, ekspansi usaha, dan penawaran saham perdana pada 2011.
Meski dikenal melalui MBTO, kiprah Martha Tilaar tidak terbatas pada perusahaan tersebut. Ia juga mengembangkan bisnis pendidikan kecantikan, produksi kosmetik untuk pihak lain, serta layanan spa dan salon.
Baca Juga: Izin Terbit, Robinhood Siap Jalankan Bisnis Brokerage di Singapura
Penghargaan yang Diterima Martha Tilaar dan Perusahaannya
Kontribusi Martha Tilaar Group dalam industri kecantikan dan pengembangan bisnis tercermin melalui sejumlah penghargaan yang dicatat dalam sejarah perusahaan.
Pada 2012, PT Martina Berto menerima penghargaan Pioneer in Technology dari Kementerian Perindustrian. Pada tahun yang sama, perusahaan juga memperoleh penghargaan kategori Green Leadership dalam Asia Responsible Entrepreneurship Awards.
Pada 2013, PT Martina Berto mendapatkan Corporate Image Award. Dua tahun kemudian, perusahaan memperoleh 1st Outstanding Corporate Innovation Award 2015.
Pada 2016, Martha Tilaar menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun yang sama, PT Martina Berto memperoleh Sustainable Business Award dan Anugerah Abyudaya, sementara Martha Tilaar Group mendapatkan Family Business Award dalam kategori Building Family Reputation.
Rangkaian pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Martha dan kelompok usaha yang dibangunnya selama puluhan tahun.
Baca Juga: Mengintip Peluang dari Bisnis Aki Khusus Kendaraan Listrik
6 Perusahaan dalam Martha Tilaar Group
Dalam profil resminya, Martha Tilaar Group mencakup sejumlah perusahaan dengan bidang usaha yang berbeda.
- PT Martina Berto Tbk: bergerak dalam produksi, pemasaran, serta pengembangan merek kosmetik.
- PT Cedefindo: menyediakan jasa produksi dan maklon.
- PT Martha Beauty Gallery: menaungi pendidikan kecantikan Puspita Martha International School.
- PT Cantika Puspa Pesona: bergerak dalam layanan spa dan salon, termasuk usaha waralaba.
- PT Creative Style Mandiri: bergerak di bidang agensi periklanan.
- PT Kreasi Boga Primatama: bergerak di bidang penyediaan tenaga kerja.
Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut memperlihatkan bahwa Martha Tilaar Group berkembang melampaui industri kosmetik. Kelompok usaha ini mencakup rantai kegiatan yang mendukung bisnis kecantikan, mulai dari produksi hingga pendidikan dan layanan konsumen.
Warisan Martha Tilaar bagi Industri Kecantikan Indonesia
Warisan Martha Tilaar terletak pada upayanya mengembangkan bisnis kecantikan yang berangkat dari usaha sederhana, kemudian tumbuh melalui inovasi produk, pendidikan, dan pengembangan merek.
Melalui Sariayu dan berbagai merek lainnya, ia memperkenalkan pendekatan kecantikan yang mengambil inspirasi dari bahan alami serta tradisi Indonesia. Ia juga mengembangkan pendidikan kecantikan melalui Puspita Martha, yang berperan dalam menyiapkan tenaga profesional untuk industri tersebut.
Perjalanan bisnisnya turut menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi dasar pengembangan produk modern apabila didukung oleh produksi, pemasaran, dan pengelolaan usaha yang terstruktur.
Bagi industri kosmetik nasional, perjalanan Martha Tilaar menjadi bagian dari sejarah perkembangan merek lokal yang berusaha membangun identitas Indonesia di tengah persaingan pasar.
Tonton: Hashim Ungkap Rencana HP Gratis! Bansos Bakal Langsung Masuk Rekening
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News