Omicron Siluman Terdeteksi di Yogyakarta, Ini Ciri-Ciri dan Gejalanya

Senin, 07 Maret 2022 | 16:11 WIB Sumber: covid19.go.id,Kompas.com
Omicron Siluman Terdeteksi di Yogyakarta, Ini Ciri-Ciri dan Gejalanya

ILUSTRASI. Omicron Siluman Terdeteksi di Yogyakarta, Ini Ciri-Ciri dan Gejalanya


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Virus corona varian Omicron menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia pada Januari-Februari 2022. Kini Omicron siluman pun telah menyebar ke berbagai daerah lain, salah satunya di Yogyakarta. Berikut ciri-ciri dan gejala Covid-19 akibat Omicron siluman yang harus diperhatikan.

Dilansir dari Kompas.com, varian SARS-CoV - 2 B.1.1.529 atau Omicron BA.2 yang juga dikenal dengan sebutan 'Son of Omicron' alias Omicron siluman telah ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Covid-19 Omicron siluman ditemukan oleh Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran Kesehatan Maayarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM.

FKKMK menemukan sebanyak 7 sampel Son of Omicron alias Omicron siluman di wilayah DIY, setelah dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS). Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Genetik UGM Gunadi mengatakan WGS dilakukan terhadap 47 sampel Covid-19 yang dikirim ke laboratorium FKKMK UGM.

"Varian BA.2 ditemukan berdasarkan pemeriksaan pada awal Februari, sampel yang diperiksa sebanyak 47 sampel," katanya saat dihubungi, Kamis (3/3/2022).

Dari 47 sampel yang diperiksa diketahui sebanyak 39 terkonfirmasi Omicron dan 8 merupakan varian delta. Setelah ditemukan 39 sampel terkonfirmasi Omicron FKKMK UGM melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut dan diketahui terdapat 7 sampel merupakan BA.2, dan sisanya BA.1 atau bentuk dominan dari vafian Omicron. "Total BA.1 sebanyak 32 sampel dan BA.2 sebanyak 7 sampel," ungkap Gunadi.

Baca Juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 14 Maret 2022, Level PPKM di Jabodetabek Turun

Gunadi menambahkan varian BA.2 ini atau juga dijuluki Omicron siluman mempunyai kemampuan penukaran lebih cepat jika dibandingkan dengan varian BA.1. "Sementara ini dikatakan transisi lebih cepat, tetapi kalau derajat beratnya masih perlu penelitian lebih lanjut," beber dia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kasus Covid-19 Omicron siluman terus bertambah. Hingga 3 Maret 2022, Kemenkes telah menghitung ada 330 kasus Covid-19 dari varian Omicron siluman.

Gejala Omicron siluman

Dilansir dari Kompas.com, gejala Covid-19 akibat Omicron siluman ini tidak berbeda dari varian Omicron biasa. Nadia pun membeberkan beberapa gejala Omicron siluman yang paling banyak dikeluhkan pasien, di antaranya:

  1. Sakit tenggorokan
  2. Demam
  3. Pilek atau hidung meler
  4. Tubuh terasa pegal dan meriang

Ciri-ciri Omicron siluman tetap menunjukkan gejala yang ringan. Namun, bukan berarti virus ini tidak berbahaya.

Virus Omicron siluman ini sangat berbahaya dan sangat menular. Nyatanya, varian Omicron siluman ini mampu membuat lonjakan kasus Omicron di berbagai negara terus meningkat.

Dilansir dari NPR, Omicron siluman memang membuat data seolah terjadi perlambatan kenaikan kasus. Namun, para ahli di Amerika Serikat menduga justru varian Omicron siluman ini akan meningkatkan kebutuhan orang terhadap respirator dan angka kematian akan kembali meningkat.

Siapa yang rentan terkena Omicron siluman?

Infeksi Omicron siluman bisa menyerang siapa saja, bahkan orang yang sudah mendapatkan vaksin lengkap. Namun, data menunjukkan bahwa orang yang sudah mendapatkan dosis vaksin lengkap hanya mengalami gejala ringan saja, dibandingkan orang yang belum atau baru satu kali vaksin.

Omicron sendiri memiliki kemampuan menyerang orang yang telah mendapatkan vaksin. Tapi Omicron siluman ini memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menembus sistem imun.

Selain itu, WHO juga menambahkan bahwa orang yang sudah terkena Omicron BA.1 juga tetap bisa terkena reinfeksi. Namun, WHO meyakini bahwa orang yang sudah terkena Omicron BA.1 memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik terhadap infeksi subvarian Omicron siluman.

Jadi, Covid-19 akibat varian Omicron siluman telah ditemukan di Yogyakarta. Masyarakat harus waspada dan menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru