Peristiwa

Orang Rimba didorong untuk lebih mandiri di tengah pandemi

Rabu, 18 November 2020 | 21:14 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Orang Rimba didorong untuk lebih mandiri di tengah pandemi

ILUSTRASI. Foto udara kawasan permukiman Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba Jambi , di Pelepat, Bungo, Jambi, Selasa (19/5/2020).


KONTAN.CO.ID -  JAMBI. Orang Rimba sangat memerlukan perhatian khusus. Apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini yang bisa menyerang siapa saja. Masyarakat yang juga dikenal dengan sebutan Suku Anak Dalam (SAD) ini pun rentan terinfeksi. 

“Kami berharap warga SAD dapat memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Budi Setiawan, Ketua Yayasan Prakarsa Madani dalam keterangannya, Rabu (18/11).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu sendiri merupakan wujud dari kesepakatan 12 institusi yang tergabung dalam Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FPKS-SAD, atau Forum). Forum yang ditujukan untuk mendorong kemandirian SAD ini berdiri sejak 17 Juni 2019 lalu.

Selain melibatkan perwakilan Orang Rimba dan pemerintah daerah, perusahaan, kampus maupun LSM, di dalam forum ini juga diisi peran pemerintah pusat yang diwakili Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) serta Direktorat Kawasan Konservasi Dirjen KSDAE Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca Juga: Ini 5 miliarder Indonesia yang kaya raya berkat sawit

Melalui forum ini, diharapkan institusi-institusi yang tergabung saling berkolaborasi untuk kemandirian masyarakat SAD. Kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada SAD dirancang untuk memenuhi tiga kebutuhan dasar SAD, yaitu ruang penghidupan, pemukiman dan akses layanan pendidikan maupun kesehatan.

“Karena itu, di tengah pandemi ini kami menggelar kegiatan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat SAD,” lanjut Budi Setiawan dari Yayasan Prakarsa Madani yang ditunjuk sebagai Sekretariat FPKS-SAD. 

Menurutnya, bakti sosial yang diadakan di Kabupaten Sarolangun dan Merangin itu diberikan pada 9 kelompok SAD yaitu Kelompok Nggrip, Nangkus, Afrizal, Bepayung, Melayau Tuo, Bebayang, Sikar, Pak Jang dan Ngepas

Kegiatan utamanya adalah sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya Covid-19 dan langkah-langkah serta pola hidup untuk mencegah diri terinfeksi. Forum juga memberikan bantuan sosial berupa makanan pokok dan perlengkapan kesehatan pribadi seperti vitamin, masker, dan handsanitizier.

“Alhamdulillah, di Kecamatan Air Hitam (lokasi tempat tinggal SAD), sampai saat ini belum ada kasus,” ungkap Chalidi, Staf Ahli Bupati Sarolangun Bidang SDM menyikapi komitmen Forum dan bakti sosial terhadap SAD.

Menurutnya, penyakit ini tidak hanya berbahaya bagi kesehatan tetapi juga bagi ekonomi masyarakat.  Itu sebabnya, menurut Chalidi, menyampaikan pentingnya pencegahan untuk memutus penyebaran virus Covid-19 memang sangat diperlukan. “Kita pahami penanganan covid ini perlu keterlibatan semua pihak,” ujar Chalidi menegaskan pentingnya kerja sama banyak institusi.

Selanjutnya: Sensus Penduduk 2020 dan Data Tunggal

 

Editor: Noverius Laoli


Terbaru