KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya meningkatkan nilai tambah produk dan daya saing UMKM pesisir kian diperkuat melalui program pelatihan olahan hasil laut dan kedelai yang melibatkan lebih dari 300 pelaku usaha di Jawa Tengah.
Program ini menjadi strategi untuk menggeser pola usaha dari penjualan bahan mentah menuju produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.
Selama ini, potensi hasil laut yang melimpah di wilayah pesisir masih banyak dijual dalam bentuk mentah dengan margin terbatas.
Di sisi lain, produk berbasis kedelai dinilai belum optimal dalam hal inovasi dan diversifikasi. Kondisi ini membuka ruang bagi peningkatan kapasitas produksi, pengembangan produk, serta perluasan pasar UMKM lokal.
Baca Juga: Ini Produk UMKM Lokal yang Bisa Jadi Andalan di Dapur Selepas Lebaran Tanpa ART
FKS Group melalui program FKS Empower mendorong penguatan keterampilan pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk olahan yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan pasar.
Pelatihan difokuskan pada praktik langsung, mulai dari teknik pengolahan hasil laut, inovasi produk turunan kedelai, hingga peningkatan kualitas dan nilai gizi produk.
VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menegaskan, penguatan kapasitas menjadi kunci agar UMKM bisa naik kelas. “Kami fokus mendorong UMKM menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (10/4/2026).
Selain aspek produksi, pelatihan juga diarahkan untuk membuka peluang usaha baru berbasis pangan lokal sekaligus mendukung kebutuhan gizi masyarakat. Produk olahan kedelai, misalnya, didorong sebagai alternatif sumber protein yang lebih variatif dan terjangkau.
Baca Juga: Hilirisasi, Kunci untuk Menangkap Nilai Tambah Dalam Negeri
Dari sisi pelaku usaha, program ini mulai menunjukkan dampak langsung. Peserta UMKM di Tegal mengaku memperoleh wawasan baru dalam mengembangkan produk.
Mereka tidak lagi terpaku pada penjualan ikan segar atau tempe konvensional, melainkan mulai mengarah pada produk olahan dengan variasi dan nilai jual lebih tinggi.
Program ini dijalankan bersama TNI Angkatan Laut melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) sebagai bagian dari pembinaan potensi maritim. Pelatihan digelar di Lanal Cilacap pada 7 April 2026 dan berlanjut di Lanal Tegal pada 9 April 2026.
Komandan Pusteral Laksma A. Agung Pryo Suseno menyebut, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. “Kami mendorong masyarakat mampu mengolah potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Larang Thrifting, Penjual Akan Dialihkan Jual Produk UMKM
Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu memperluas ekosistem ekonomi pesisir, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News