Agribisnis

Pelatihan pengubinan komoditas hortikultura cabai dan bawang Merah

Senin, 30 November 2020 | 18:22 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Pelatihan pengubinan komoditas hortikultura cabai dan bawang Merah

ILUSTRASI. Petani memanen cabai rawit di Desa Polagan, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (14/1/2020).


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursaymasi menyatakan pengembangan industri komoditas hortikultura amat menjanjikan. Buah-buahan maupun sayuran dikonsumsi setiap hari oleh jutaan masyarakat. Salah satunya cabai.

Sebagai komoditas strategis hortikultura, prospek cabai amat menggiurkan seperti yang telah dilaksanakan oleh Polbangtan Yogyakarta Magelang dengan mengadakan pelatihan Pengubinan Komoditas Hortikultura Cabai dan Bawang Merah di Kapanewon Berbah dan Depok Sleman tepatnya di BP4 Wilayah VII Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 15 orang penyuluh. 

“Di kabupaten Sleman terdapat pasar lelang cabai yang sebagian besar cabai dijual di Pasar Lelang Cabai Sleman terserap pedagang besar dari luar daerah Meskipun saat ini produksi cabai umumnya dalam kondisi 'off season', namun barang yang dilelang di pasar tersebut masih mampu menembus kisaran angka 1,5 ton hingga 3 ton”, ujar Matius Eko Prasetyo dari BPS Kabupaten Sleman salah satu pemateri dalam pelatihan ini, dalam keterangannya, Senin (30/11).

Tingginya harga cabai turut dipengaruhi faktor cuaca. Beberapa pekan lalu, wilayah Jawa Barat yang dikenal sebagai sentra cabai dilanda banjir sehingga mengakibatkan tanaman cabai gagal panen.

Baca Juga: Ekonom IKS memprediksi inflasi November sebesar 0,23%, didorong membaiknya daya beli

Berdasar data yang dilansir Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, kebutuhan konsumsi cabe besar saja mencapai 254.670 ton per bulan dengan produksi 281.712 ton atau surplus 27.042 ton. Artinya stok cabe selalu mencukupi. Persoalannya sekarang adalah bagaimana mengoptimalkan pola distribusinya. Bagaimana satu daerah yang surplus, bisa menyuplai daerah yang minus dari sisi produksi.

Ketika aspek distribusi bisa benar-benar optimal, maka stok dan harga terjaga stabilitasnya. Sebagaimana arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Tinggal kemudian digenjot untuk skala agrobisnis dan agro industri. Untuk itu dengan adanya Early Warning System (EWS) yakni sistem informasi mengenai ketersediaan stok komoditas hortikultura jelas sangat membantu, tambahnya.

Seperti yang telah dilakukan Polbangtan Yogyakarta Magelang dengan melakukan pelatihan teknik pengubinan cabai di wilayah Sleman. Menurut Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Rajiman.

“Ubinan merupakan salah satu cara untuk memperoleh data produktivitas suatu tanaman. Data produktivitas ubinan biasanya digunakan untuk memberikan potensi hasil tanaman dari suatu luasan tertentu. Pada ilmu statistika, ubinan merupakan sampel/contoh”

Data produktivitas hasil ubinan banyak digunakan untuk mengumpulkan data produktivitas terutama pada tanaman PAJALE-BABE sesuai dari program Dinas Pertanian yaitu: padi, jagung, kedelai, bawang dan cabai. 

Teknik pengubinan dilakukan dengan memilih blok pada tempat dan luasan tertentu yang mewakili sebagian dari luas lahan yang akan diperkirakan potensi hasinya. Luas ubinan yang biasa digunakan adalah (2,5 x 2,5 m) ujar Ina Fitria salah satu pendamping pelatihan dari Polbangtan Yogyakarta Magelang.

Selanjutnya: BI prediksi inflasi di November sentuh 1,57% secara tahunan

 

Editor: Noverius Laoli


Terbaru