Pembangunan sistem irigasi dan jalan akses food estate Sumut berlanjut

Kamis, 08 Juli 2021 | 20:43 WIB   Reporter: Vendy Yhulia Susanto
Pembangunan sistem irigasi dan jalan akses food estate Sumut berlanjut

ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melihat hasil panen usai melakukan peninjauan pembangunan Kawasan Lumbung Pangan di Desa Ria-ria, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut, Selasa (27/10/2020).

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pembangunan sistem irigasi dan jalan akses untuk mendukung program pengembangan food estate sebagai lumbung pangan baru.

Selain di Provinsi Kalimantan Tengah, pusat pengembangan hortikultura juga ditetapkan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara dengan program pembangunan jaringan perpipaan untuk irigasi pada kawasan dengan luas sekitar 1.000 hektare (Ha).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kunci dari program pengembangan food estate adalah ketersediaan air untuk irigasi, bersamaan dengan teknologi pertaniannya.

Sinergi perencanaan infrastruktur irigasi dan pertanian yang dilakukan antara Kementerian PUPR bersama Kementan bertujuan untuk mengembangkan food estate yang modern dan terintegrasi dari hulu ke hilir.

Baca Juga: Refocusing Anggaran dan Percepat Vaksinasi Saat PPKM Darurat

"Untuk tugas pembangunan jaringan irigasi dan air baku pada tahun 2020 sudah selesai dilaksanakan untuk irigasi pada kawasan seluas 50 Ha dari total lahan 200 Ha yang sudah diolah," kata Basuki dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/7).

Basuki mengatakan, pada tahun 2021 pembangunan intake dan jaringan air baku untuk irigasi dilakukan pada lahan yang sudah diolah seluas 150 Ha. Sedangkan sekitar 785 Ha terdapat lahan yang belum dilakukan land clearing.

"Jadi total sekitar 37,36% untuk pembangunan intake dan irigasinya," ucap dia.

Basuki menambahkan, untuk penugasan dukungan land clearing pada lokasi Taman Sains-Teknologi Herbal (TSTH) seluas 200 Ha, Kementerian PUPR telah melakukan lelang dengan progress saat ini sudah tahap penentuan pemenang dan akan segera melakukan pekerjaan di lapangan.

Selanjutnya: Bekasi Fajar Industrial (BEST) bidik pendapatan Rp 700 miliar di tahun ini

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru