kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Pemerintah fokus kebakaran lahan di 4 provinsi


Senin, 29 Agustus 2016 / 15:30 WIB

Pemerintah fokus kebakaran lahan di 4 provinsi

PELAIHARI. Pemerintah Indonesia terus berupaya menanggulangi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Apalagi, asap kebakaran hutan dan lahan saat ini mulai mengganggu aktivitas masyarakat di beberapa daerah, hingga ke negara tetangga, Singapura.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Sabtu (27/8), mengatakan, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan pada beberapa daerah di Indonesia yang banyak ditemukan titik api masih terus berlangsung. Pemadaman titik api dilakukan lewat darat maupun udara.

”Sekarang ini, kami berusaha sebaik-baiknya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau, yang dicurigai sebagai sumber asap. Selain itu, juga di Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Jadi, konsentrasi pemadaman saat ini pada empat daerah itu,” katanya.

Sampai dengan 25 Agustus, lanjut Siti Nurbaya, sudah 45 juta liter air yang dijatuhkan di Riau dan lebih dari 3 juta liter air yang dijatuhkan di Sumsel untuk memadamkan kebakaran dan titik api melalui udara. Di Kalbar, Kalteng, dan Jambi, upaya pemadaman lewat udara juga sudah mulai dilakukan.

Menurut Siti Nurbaya, ada peningkatan jumlah titik panas (hotspot) yang signifikan dari Juli ke Agustus.

”Dari Juli ke Agustus, hotspot naik dua kali lipat dan kebakaran memang terjadi. Petugas di lapangan juga kerepotan memadamkannya. Di beberapa lokasi yang terbakar, pemadaman titik api membutuhkan waktu 3-5 hari,” tuturnya.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bagian tengah Sumatera saat ini relatif kering karena intensitas curah hujannya di bawah 50 milimeter per bulan.

”Menurut BMKG, hingga minggu kedua September masih harus sangat waspada. Hujan diperkirakan baru mulai turun pada akhir September,” ujarnya.

Saat ini, Indonesia pada posisi siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

”Karena itu, saya minta pada seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI dan Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah di seluruh daerah untuk waspada dan melakukan operasi pemadaman. Begitu ada titik api, segera dipadamkan,” katanya.

Siti Nurbaya juga mengapresiasi upaya antisipasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang sudah dilakukan di berbagai daerah pada tahun ini sehingga hotspot terpantau menurun dibandingkan tahun lalu.

”Kami sudah melakukan evaluasi secara nasional. Kalimantan Selatan termasuk salah satu daerah yang dapat mengatasi kebakaran hutan dan lahan dengan baik. Jumlah hotspot di beberapa daerah turun lebih dari 70 persen, bahkan sampai 90 persen,” katanya.

Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah mengemukakan, daerahnya termasuk daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Tahun ini, pihaknya pun berupaya semaksimal mungkin mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

”Di beberapa lokasi yang rawan terbakar, kami telah membangun embung dan menara pantau,” ujarnya. (Jumarto Yulianus)


Sumber : Kompas.com
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0095 || diagnostic_api_kanan = 0.0495 || diagnostic_web = 0.3437

Close [X]
×