Jabodetabek

Pemkot Depok tetapkan 238 RW masuk pembatasan sosial kampung siaga (PSKS)

Senin, 26 Oktober 2020 | 10:08 WIB Sumber: Kompas.com
Pemkot Depok tetapkan 238 RW masuk pembatasan sosial kampung siaga (PSKS)

ILUSTRASI. Warga melintas di depan mural tentang COVID-19 di Pangkalan Jati Baru, Depok, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020).


KONTAN.CO.ID - DEPOK. Pemerintah Kota Depok menetapkan 238 RW masuk dalam wilayah Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) Covid-19. Itu artinya, 238 RW tersebut masuk dalam zona risiko tinggi/zona merah penularan virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2).

Bila merujuk pada Peraturan Wali Kota Depok Nomor 63 Tahun 2020, RW yang ditetapkan sebagai wilayah PSKS berarti terdapat lebih dari 5 pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di RW itu. Penetapan wilayah PSKS itu berdasarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/399/Kpts/Dinkes/Huk/2020.

"Jangka waktu PSKS Covid-19 selama 14 hari, mulai tanggal 19 Oktober 2020 sampai 1 November 2020," tulis Pejabat Sementara Wali Kota Depok, Dedi Supandi, dalam surat keputusannya yang diterima Kompas.com, Minggu (25/10/2020).

Baca Juga: Cuaca hari ini di Jabodetabek hujan, waspada petir dan angin kencang

Dengan total 925 RW di Depok, jumlah 238 PSKS saat ini artinya sekitar 1 dari 4 RW di Depok masuk kategori zona merah.

Jumlah ini melonjak tiga kali lipat lebih banyak ketimbang bulan lalu, yakni kurun 10-23 September 2020 ketika hanya ada 93 RW yang ditetapkan sebagai wilayah PSKS.

Hingga data terbaru kemarin, Depok masih jadi wilayah dengan laporan kasus positif Covid-19 tertinggi di Jawa Barat dan Bodetabek.

Secara total, Depok sudah melaporkan 6.775 kasus Covid-19 sejak Maret. Sebanyak 1.329 pasien di antaranya masih dirawat saat ini. (Vitorio Mantalean)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Depok Terapkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga di 238 RW",

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Editor: Yudho Winarto
Tag


Terbaru