kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Penyebaran hoaks dan perampokan meningkat selama pandemi corona


Rabu, 22 April 2020 / 15:36 WIB
Penyebaran hoaks dan perampokan meningkat selama pandemi corona
ILUSTRASI. Seorang tersangka perampokan sadis Pulomas Ridwan Sitorus atau Ius Pane beserta sejumlah barang bukti dihadirkan saat rilis pengungkapan Perampokan sadis Pulomas di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap adanya peningkatan angka kriminalitas selama pandemi Covid-19. Jenis kriminalitas yang paling banyak ditemukan adalah penyebaran berita bohong dan perampokan atau pencurian dengan pemberatan (curat).

Selama bulan April 2020, kata Yusri, Polda Metro Jaya telah mengungkap 18 kasus penyebaran berita bohong dari 48 kasus yang diselidiki.

Baca Juga: Merawat hutan dan kebhinnekaan lewat Upacara Kebo Ketan di Ngawi, Jawa Timur

"Ada beberapa jenis kejahatan yang meningkat saat ini di minggu ke-13, 14, 15, dan 16 dibanding minggu ke-13, 14, 15, dan 16 tahun 2019 lalu. Contoh yang meningkat dalam masa Covid-19 adalah pertama penyebaran berita bohong atau hoaks," kata Yusri dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui Instagram Polda Metro Jaya, Rabu (22/4/2020).

Yusri mengatakan, terjadi juga pergeseran target perampokan selama pandemi Covid-19 yakni beralih ke minimarket dibandingkan rumah warga.

Para pelaku begal juga mulai beraksi di tempat-tempat sepi. "Kemudian, yang sekarang jenis kejahatan misalnya curat memang ada peningkatan juga, mereka lari ke minimarket yang ada. Kemudian tempat sepi terjadi begal," ujar Yusri.

Baca Juga: Depok masih marak begal, polisi imbau masyarakat waspada jika jalan sendiri




TERBARU

[X]
×