DKI Jakarta

Peraih 700 piala gagal PPDB SMA manapun, ini penjelasan Disdik DKI Jakarta

Sabtu, 11 Juli 2020 | 05:44 WIB Sumber: Kompas.com
Peraih 700 piala gagal PPDB SMA manapun, ini penjelasan Disdik DKI Jakarta

ILUSTRASI. Sejumlah karangan bunga bertuliskan kekecewaan mengenai proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) DKI 2020 tampak berjajar di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (6/7). Karangan bunga tersebut berasal dari orang tua siswa yang kecewa den

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dinas Pendidikan DKI Jakarta membeberkan penjelasan perihal kegagalan Aristawidya Maheswari (15) masuk SMA mana pun pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021. Arista merupakan siswa berprestasi peraih 700 piala lulusan dari SMPN 92 Jakarta. 

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Syaefuloh Hidayat menjelaskan, Arista memang mengikuti beberapa jalur pada PPDB tahun ini. 

Pertama, Arista mendaftar jalur afirmasi pada tanggal 19 Juni. Ia memilih SMA 12, SMA 6, dan SMA 121, tetapi belum berhasil diterima karena kalah dari segi usia. 

"Seleksinya yang pertama adalah memenuhi kriteria afirmasi. Seleksi kedua memang kita menggunakan usia. Memang Arista ini usianya 15 tahun 8 bulan 2 hari pada saat PPDB," ucap Syaefuloh saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/7/2020). 

Kemudian, Arista juga mengikuti jalur zonasi pada tanggal 26 Juni. Dia mendaftar di SMA 36, 59, dan SMA 53, tetapi belum lolos juga. 

"Kemudian memang ikut juga jalur prestasi akademis yang menggunakan nilai rapor. Nilai Arista ini 7.763 daftar di SMA 12 dan 21, sementara di SMA 12 itu nilai paling rendahnya 8.265 dan SMA 21 paling rendahnya 8.486," kata dia. 

Selanjutnya Arista juga mencoba jalur prestasi non-akademis. Meski dia memiliki prestasi yang sangat banyak, Syaefuloh mengklaim bahwa Arista tak diterima lantaran prestasi tertinggi dalam bidang seni rupa adalah kejuaraan tingkat kotamadya. 

Tawaran alternatif dari Sisdik buat Arista  

Sementara itu, ketentuan Disdik DKI untuk jalur prestasi non-akademik adalah untuk tingkat SMA haruslah pernah mendapatkan juara tingkat provinsi, nasional, dan internasional. 

"Sehingga, yang bersangkutan tidak dapat. Memang prestasinya banyak, juaranya banyak, sertifikatnya banyak, hanya yang tertingginya baru tingkat wali kota. Sementara yang lain-lain itu yang lain para pesaingnya adalah tingkat nasional, tingkat internasional, sama tingkat DKI," ujar dia. 

Arista sendiri sempat mengungkapkan bahwa dia pernah meraih, antara lain, Juara III Lomba Cipta Seni Pelajar tingkat nasional dan Juara I Festival Lomba Kementerian Perhubungan.

Editor: Hasbi Maulana


Terbaru